Skip to main content

7 Keajaiban di Pameran Lukisan Artotel Surabaya

Seru-seruang wefie bareng kerabat

Kalian pecinta karya seni yang unik dan menarik? Boleh banget, nih, mampir ke salah satu hotel di Surabaya yang sekarang lagi ngadain pameran lukisan pop art kontemporer. Pekan lalu, saya berkesempatan untuk melihat pameran lukisan yang dipamerkan di lobi hotel Artotel Surabaya. Unik, lucu, dan menarik, begitu pikir saya kali pertama melihatnya.

 
Ini lukisan

 Gimana enggak? Kalau lukisan yang dipamerkan adalah lukisan terpilih dari total 48 pelukis di Indonesia. Dari puluhan pelukis itu, hanya tujuh lukisan dari tujuh pelukis berbeda yang terpilih. 

 
Popart
 
Karena itu juga pameran lukisan kali ini bertajuk Seven Wonders of the Cult yang mengacu pada tujuh keajaiban dunia yang ditampilkan oleh masing-masing lukisan yang ditampilkan. Setiap karya yang dihasilkan mewakili latar belakang budaya tertentu yang dapat dibedah untuk menjadi konten melalui bahasa seni yang divisualkan pada kanvas. 

 
Efek jahat sosial media. No heart.

Ya, sebut saja karya M. Medik yang mengisahkan Dunia Fantasi atau karya Nofi Sucipto tentang Superhero. Kalau saya, paling suka lukisan tentang Super Women punya Sisca Vitriyanti pelukis asal Pasuruan. Buat saya, jadi wanita harus kuat dan mandiri, apapun alasannya. Nggak bisa terlalu banyak bergantung sama orang even sama pasangan. Itu prinsip.

Juara!

Menurut Safrie Effendi, Art Manager Artotel Indonesia, Seven Wonders of the Cult adalah pameran seni kelompok kolektif yang menjadi bagian dari Pawitra Artspace. Sebelumnya, Pawitra Artspace juga menampilkan karya seni mereka di Artotel Surabaya berjudul Light of Hope.

Lukisan Nofi banyak berkisah tentang Superhero 

Yang seru, saya yang nggak begitu paham sama lukisan alias penikmat mutlak ini bisa dengan santai menikmati karya lukis yang disuguhkan. Soalnya, ini seni lukis di atas kanvas tapi polanya pop art kontemporer. Jadi mirip-mirip kayak desain hasil komputer gitu. 

 
Bahaya junk food

Pameran di Artotel Surabaya ini dibuka untuk umum. Kalau kalian memang niat banget buat mengkoleksi salah satu dari lukisan lucu ini bisa banget. Harganya setara dengan kerja keras pelukis yang ditarget merampungkan satu lukisan ini hanya dalam waktu sebulan. Pameran lukisan pop art ini bisa dinikmati sampai 31 Mei 2017 nanti yaa. Lumayan buat mengisi waktu senggang.

Hope

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…