Skip to main content

Bukit Daun: Hotel Murah di Kaki Gunung Kelud



Berniat berlibur ke Kediri? Bisa banget buat menginap di Bukit Daun Hotel. Jaraknya tak jauh dari Terminal Kediri.

Dua minggu lalu saya menginap semalam di sini. Mencoba bagaimana rasanya menginap di hotel semiresor yang cukup nyaman.



Dari awal saya sudah jatuh cinta sama bangunan hotel ini. Unik, sih. Memasuki lobby hotel, kekayuan akan menyapa pengunjung. Dekorasi yang unik membuat saya langsung jatuh hati.





Nggak ada tempat parkir khusus jika ingin menginap di sini. Karena mobil bisa diparkir persis di depan kamar yang disewa. Nuansa alam begitu kental terasa saat pertama kali masuk ke tempat ini. Banyak dedaunan di sekitar kamar membuat sejauh mata memandang serbahijau.



Bangunan hotel bisa dikatakan cukup luas. Karena luas dan nggak hapal jenis kamar, makanya cukup membingungkan. Bingung naik-turun-jalan-lari nyari kamar yang cukup berjauhan.



Begitu dapat kunci kamar, saya langsung cek kira-kira sebagus apa isinya. Tapi ternyata kamarnya cukup kuno dilihat dari perabot yang ada. Nggak ada wifi, nggak ada tempat tisu, kasurnya berjauhan buat tipe single bed, dan AC nya nggak dingin. Jeng jeng jeng.





Tapi nggak apa. Yang penting kolam renangnya bagus dan lucu. Pagi hari, selepas bangun tidur, kalian bisa jalan-jalan keliling hotel yang asik banget. Lalu dilanjut dengan renang.





Habis renang bisa langsung sarapan. Naaah, di tempat makan ini saya juga jatuh cinta. Selain masakannya enak, dekorasi serbakayu membuat perasaan nyaman. Yang paling asik, aliran sungai tepat di sebelah restoran menambah nuansa alami hotel ini.







Puas jalan pagi, renang, sarapan, kalian bisa lanjut check out buat jalan-jalan ke Gunung Kelud. Jarak dari Bukit Daun ke Gunung Kelud cukup dekat. Bisa ditempuh selama 45-60 menit perjalanan menggunakan mobil.





Di Gunung Kelud, kalian bisa makan-makan, foto-foto, atau cuma duduk-duduk hore seperti yang saya lakukan. Di sana jangan lupa buat jajan Nanas asli Kelud yang enak banget. Manis dan segar, murah pula. Gimana? Tertarik buat main-main ke Kediri?



Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…