Skip to main content

8 Tempat Wisata Wajib Kunjung di Tanjungpinang, Kepulauan Riau



Berkunjung ke Tanjungpinang, Kepulauan Riau bisa menjadi alternatif pilihan liburan tak biasa. Pasalnya, Tanjungpinang memiliki sejumlah tempat wisata wajib kunjung. Mulai wisata sejarah, alam, hingga sosial wisata. Berikut tempat wisata wajib kunjung di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

1. Pulau Penyengat


Pulau Penyengat

Belum ke Tanjungpinang jika belum ke Pulau Penyengat. Pulau ini berada tak jauh dari pusat kota Tanjungpinang. Perlu menyebrang menggunakan kapal pompong sekira 10 menit dengan biaya 7 ribu rupiah perorang. Pulau Penyengat adalah pulau istimewa, tempat makam raja-raja Melayu. Makam Raja Hamidah sebagai istri dari Raja Mahmud Marhum paling ramai dikunjungi. Nah, Pulau Penyengat inilah yang merupakan mahar pernikahannya.

Di pulau ini asal usul Bahasa Melayu berada. Ada makam Raja Ali Haji, pencipta gurindam 12, sastra lama dari Melayu juga dimakamkan di sini. Tepatnya di komplek makam Raja Hamidah.


Berkunjung di Pulau Penyengat tidak lengkap jika tidak salat di masjid Raya Sultan Riau dengan arsitektur cukup megah di masanya. Warna kuning mencolok menjadikan masjid ini mudah dilihat dari kejauhan, seperti dari pusat kota Tanjungpinang. Warna kuning melambangkan warna khusus kerajaan Riau.


2. TRC Wisata Mangrove


Letaknya cukup jauh dari pusat kota Tanjungpinang. Sekira satu jam perjalanan ditempuh menggunakan mobil. Mulanya saya kira wisata mangrove ya begitu-begiu saja. Tapi ternyata mangrove di Tanjungpinang lebih enak dinikmati. Sebab letaknya persis di bibir pantai berpasir putih yang enak banget buat dipakai leha-leha. Di pasir putih juga ada ayunan kayu yang asik dipakai duduk dan foto-foto hore. Pepohonan kelapa yang berbaris rapi membuat suasana pantai lebih nyaman dinikmati.


Di dalam hutan mangrove, ada track pendek yang bisa dijelajah pengunjung. Kalau mau duduk-duduk di tengah hutan juga bisa banget. Karena tegakan mangrove tidak begitu rapat, jadi duduk-duduk di sekitar track lebih lega. Nggak lembab dan gelap seperti yang ada di Surabaya. Mau buka bekel di sini juga boleh banget loh. Kalau nggak bawa bekal, bisa juga makan di dekat tempat parkir yang tempatnya enak dan bersih.


TRC mangrove ini baru dibangun empat bulan lalu. Jadi masih baru bangeeet. Masuk sini cuma wajib bayar lima ribu rupiah saja. Murah meriah hore, kan?


3. Pantai Sakera


Untuk mencapai Pantai Sakera juga dibutuhkan waktu satu jam perjalanan. Di pantai ini, pengunjung tidak bisa bermain air. Sudah jelas di bibir pantai dipasang beton sebagai batas aman bagi pengunjung untuk tidak bermain air. Pantai Sakera menjual gazebo di bibir pantai. Buat yang mau menikmati suasana pantai dengan nuansa Pulau Madura (karena di sini tumbuh pohon endemik cemara udang yang khas di Sumenep). Sewa gazebo sekira 25 ribu rupiah. Untuk tiket masuk saya kurang tau karena saat ke sana tidak dikenakan biaya apapun. Sepi jeh!

4. Patung Penyu

Patung Penyu
 
Tak jauh dari Pantai Sakera ada patung penyu yang dikeramatkan bagi warga Tionghoa. Ada penanda jika penyu tersebut adalah jelmaan dari dewa sehingga pengunjung yang datang sangat dilarang untuk menaiki patung.

5. Tepi Pantai


Di pusat kota Tanjungpinang tepi pantai berada. Ibarat kata, kalau di Jawa bisa disebut sebagai alun-alun kota. Ada taman bermain yang representatif buat anak-anak. Tugu gonggong (hewan endemik Tanjungpinang) juga dibangun di sini. Buat jogging pagi lumayan enak. Tapi kalau siangan jalan bisa juga bikin kulit kepanasan.


Kalau malam, di sini ramai parah. Soalnya dipakai buat jualan makan. Akan ada buanyaaak kursi digelar plus belasan layar tancap dipasang. Iya, pelapak rela pasang layar di pinggir jalan gitu buat memanjakan pengunjung. Asal pengunjung puas. Yang agak horror, satu persatu pedagang di sini bakal teriak dan menyilakan pengunjung untuk makan. Gara-gara ini mood saya mendadak down, saking berisiknya, wkwk.


6. Pantai Trikora


Salah satu tempat yang nggak bisa dicoret dari Tanjungpinang adalah Pantai Trikora. Kenapa? Ya, soalnya emang baguuus. Ada batuan granit mirip-mirip di Bangka Belitung. Ada 1-4 Pantai Trikora. Tapi yang paling ramai dikunjungi adalah Pantai Trikora empat, yang memang bagus. Sayang, saat saya ke sana hujan deras mengguyur. Semoga ini pertanda kalau saya bisa balik ke sana lagi, haha.


Tidak ada biaya masuk untuk ke Pantai Trikora (iyalah, hujan! Siapa juga mau narik tiket :p). Seperti di Pantai Sakera, di Trikora juga menyewakan bale-bale alias gazebo yang dipatok lebih mahal. Pergazebonya dipatok 60 ribu rupiah.


7. Gurun Pasir Putih


Gurun Pasir
 
Sekilas tempat ini biasa saja. Tapi begitu dikunjungi jadi tampak lucu. Jadi, gurun pasir ini adalah gurun pasir putih yang terbentuk karena adanya aktivitas penambangan pasir pantai menyisakan gundukan-gundukan pasir. Pasir di sana putih berkerikil. Karena judulnya gurun pasir, jadi wajar ada miniatur onta layaknya gurun pasir betulan, haha.

Masuk ke gurun pasir putih, pengunjung dikenakan biaya lima ribu rupiah perorang. Mau eksis? Bisalah di tempat ini.


8. Masjid Pink


Dari kejauhan, masjid ini amat mencolok. Gimana enggak, di tengah gersangnya tanah, masjid ini berwarna pink. Berada di Dompak, masjid unyu ini masih dalam tahap pembangunan.

Well, sebenarnya masih banyaaak banget tempat wisata yang bisa dikunjungi pas ke Tanjungpinang. Seperti Vihara Seribu Wajah, Lagoi, Pantai Beralas Pasir, dan macam-macam lagi. Tapiii, karena seharian hujan, ya baiknya memang nggak berkunjung kemana-mana. Masa iya liburan nyari sakit? Hehe.

Comments

Rasa Manis said…
ahahaha, gurun pasir putih
hasil kerja dari warga sekitar yang hasilnya membentuk seperti bukit kecil pasir putih

http://www.marketingkita.com/2017/08/effective-call-dalam-ilmu-marketing.html
Atiqoh Hasan said…
iya. hasil dari penambangan oleh warga sekitar. e, gak taunya malah jadi tempat wisata:)))

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…