Thursday, April 6, 2017

8 Tempat Wisata Wajib Kunjung di Tanjungpinang, Kepulauan Riau



Berkunjung ke Tanjungpinang, Kepulauan Riau bisa menjadi alternatif pilihan liburan tak biasa. Pasalnya, Tanjungpinang memiliki sejumlah tempat wisata wajib kunjung. Mulai wisata sejarah, alam, hingga sosial wisata. Berikut tempat wisata wajib kunjung di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

1. Pulau Penyengat



Belum ke Tanjungpinang jika belum ke Pulau Penyengat. Pulau ini berada tak jauh dari pusat kota Tanjungpinang. Perlu menyebrang menggunakan kapal pompong sekira 10 menit dengan biaya 7 ribu rupiah perorang. Pulau Penyengat adalah pulau istimewa, tempat makam raja-raja Melayu. Makam Raja Hamidah sebagai istri dari Raja Mahmud Marhum paling ramai dikunjungi. Nah, Pulau Penyengat inilah yang merupakan mahar pernikahannya.

Di pulau ini asal usul Bahasa Melayu berada. Ada makam Raja Ali Haji, pencipta gurindam 12, sastra lama dari Melayu juga dimakamkan di sini. Tepatnya di komplek makam Raja Hamidah.



Berkunjung di Pulau Penyengat tidak lengkap jika tidak salat di masjid Raya Sultan Riau dengan arsitektur cukup megah di masanya. Warna kuning mencolok menjadikan masjid ini mudah dilihat dari kejauhan, seperti dari pusat kota Tanjungpinang. Warna kuning melambangkan warna khusus kerajaan Riau.



2. TRC Wisata Mangrove



Letaknya cukup jauh dari pusat kota Tanjungpinang. Sekira satu jam perjalanan ditempuh menggunakan mobil. Mulanya saya kira wisata mangrove ya begitu-begiu saja. Tapi ternyata mangrove di Tanjungpinang lebih enak dinikmati. Sebab letaknya persis di bibir pantai berpasir putih yang enak banget buat dipakai leha-leha. Di pasir putih juga ada ayunan kayu yang asik dipakai duduk dan foto-foto hore. Pepohonan kelapa yang berbaris rapi membuat suasana pantai lebih nyaman dinikmati.



Di dalam hutan mangrove, ada track pendek yang bisa dijelajah pengunjung. Kalau mau duduk-duduk di tengah hutan juga bisa banget. Karena tegakan mangrove tidak begitu rapat, jadi duduk-duduk di sekitar track lebih lega. Nggak lembab dan gelap seperti yang ada di Surabaya. Mau buka bekel di sini juga boleh banget loh. Kalau nggak bawa bekal, bisa juga makan di dekat tempat parkir yang tempatnya enak dan bersih.



TRC mangrove ini baru dibangun empat bulan lalu. Jadi masih baru bangeeet. Masuk sini cuma wajib bayar lima ribu rupiah saja. Murah meriah hore, kan?



3. Pantai Sakera



Untuk mencapai Pantai Sakera juga dibutuhkan waktu satu jam perjalanan. Di pantai ini, pengunjung tidak bisa bermain air. Sudah jelas di bibir pantai dipasang beton sebagai batas aman bagi pengunjung untuk tidak bermain air. Pantai Sakera menjual gazebo di bibir pantai. Buat yang mau menikmati suasana pantai dengan nuansa Pulau Madura (karena di sini tumbuh pohon endemik cemara udang yang khas di Sumenep). Sewa gazebo sekira 25 ribu rupiah. Untuk tiket masuk saya kurang tau karena saat ke sana tidak dikenakan biaya apapun. Sepi jeh!

4. Patung Penyu



Tak jauh dari Pantai Sakera ada patung penyu yang dikeramatkan bagi warga Tionghoa. Ada penanda jika penyu tersebut adalah jelmaan dari dewa sehingga pengunjung yang datang sangat dilarang untuk menaiki patung.

5. Tepi Pantai



Di pusat kota Tanjungpinang tepi pantai berada. Ibarat kata, kalau di Jawa bisa disebut sebagai alun-alun kota. Ada taman bermain yang representatif buat anak-anak. Tugu gonggong (hewan endemik Tanjungpinang) juga dibangun di sini. Buat jogging pagi lumayan enak. Tapi kalau siangan jalan bisa juga bikin kulit kepanasan.



Kalau malam, di sini ramai parah. Soalnya dipakai buat jualan makan. Akan ada buanyaaak kursi digelar plus belasan layar tancap dipasang. Iya, pelapak rela pasang layar di pinggir jalan gitu buat memanjakan pengunjung. Asal pengunjung puas. Yang agak horror, satu persatu pedagang di sini bakal teriak dan menyilakan pengunjung untuk makan. Gara-gara ini mood saya mendadak down, saking berisiknya, wkwk.



6. Pantai Trikora



Salah satu tempat yang nggak bisa dicoret dari Tanjungpinang adalah Pantai Trikora. Kenapa? Ya, soalnya emang baguuus. Ada batuan granit mirip-mirip di Bangka Belitung. Ada 1-4 Pantai Trikora. Tapi yang paling ramai dikunjungi adalah Pantai Trikora empat, yang memang bagus. Sayang, saat saya ke sana hujan deras mengguyur. Semoga ini pertanda kalau saya bisa balik ke sana lagi, haha.



Tidak ada biaya masuk untuk ke Pantai Trikora (iyalah, hujan! Siapa juga mau narik tiket :p). Seperti di Pantai Sakera, di Trikora juga menyewakan bale-bale alias gazebo yang dipatok lebih mahal. Pergazebonya dipatok 60 ribu rupiah.



7. Gurun Pasir Putih



Sekilas tempat ini biasa saja. Tapi begitu dikunjungi jadi tampak lucu. Jadi, gurun pasir ini adalah gurun pasir putih yang terbentuk karena adanya aktivitas penambangan pasir pantai menyisakan gundukan-gundukan pasir. Pasir di sana putih berkerikil. Karena judulnya gurun pasir, jadi wajar ada miniatur onta layaknya gurun pasir betulan, haha.

Masuk ke gurun pasir putih, pengunjung dikenakan biaya lima ribu rupiah perorang. Mau eksis? Bisalah di tempat ini.



8. Masjid Pink



Dari kejauhan, masjid ini amat mencolok. Gimana enggak, di tengah gersangnya tanah, masjid ini berwarna pink. Berada di Dompak, masjid unyu ini masih dalam tahap pembangunan.

Well, sebenarnya masih banyaaak banget tempat wisata yang bisa dikunjungi pas ke Tanjungpinang. Seperti Vihara Seribu Wajah, Lagoi, Pantai Beralas Pasir, dan macam-macam lagi. Tapiii, karena seharian hujan, ya baiknya memang nggak berkunjung kemana-mana. Masa iya liburan nyari sakit? Hehe.
Post a Comment