Tuesday, May 23, 2017

Berwisata Hemat ke Gili Ketapang Probolinggo



Liburan cuma sehari dan bingung mau ke mana? Cobain pergi ke Gili Ketapang yang ada di Probolinggo, Jawa Timur. Dekat dan murah meriah.

Wisata Gili Ketapang baru booming delapan bulan terakhir. Diawali dari Mas Mahrom dan Mas Syaiful yang menginisiasi pembentukan wisata Gili Ketapang. Semula, 'orang Surabaya' mengusulkan pemberdayaan masyarakat Gili Ketapang dan pengelolaan daerah sebagai tempat wisata. Baru keduanya merancang bagaimana membentuk masyarakat, yang semula bermata pencaharian sebagai nelayan, mau diajak kerja sama memajukan daerahnya.



Sekira ada 14 ribu jumlah total penduduk Gili Ketapang yang seluruhnya merupakan Suku Madura. Tidak mudah mengubah mindset mereka untuk mau menerima kenyataan bahwa daerahnya berpotensi sebagai tempat wisata. Sebab, menerima berarti menyetujui datangnya wisatawan mengenakan baju berpotongan minim. Sampai sekarang, hal itu masih menjadi duduk permasalahan yang belum terpecahkan. Di sisi lain jumlah pengangguran berkurang drastis, di sisi lain datangnya wisatawan berbaju minim ditakutkan memberikan pengaruh negatif untuk penduduk lokal.

Percaya saya, hal itu benar-benar terjadi. Saya sempat memergoki pemuda lokal menatap syahdu pada pengunjung yang mengenakan tank top dan hot pants. Menggiurkan.



Pergi ke Gili Ketapang bisa ditempuh dengan menggunakan kapal selama kurang lebih 30 menit. Karena tempat wisata baru, informasi awal yang saya terima hanyalah open trip murah meriah seharga 85 ribu all in (kapal PP, makan siang dan air mineral sepuasnya, guide, snorkle gear, kamera underwater). Padahal ternyata, bisa banget nggak ikut paketan. Naik kapal sekali jalan dari Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo ke Gili Ketapang cuma 7 ribu rupiah tanpa tiket langsung bayar ke nahkoda. Selebihnya? Kalian bisa bawa snorkle gear, kamera, dan beli makan sendiri. Hasilnya jelas, lebih murah. Terserah pilih yang mana.



Ada dua sisi wisata yang bisa dieksplor di Gili Ketapang. Sisi timur berupa bebatuan putih dengan pepohonan cukup rimbun. Ada beberapa warung tersebar di sisi sini. Tempat wisatanya ada Sumur Tujuh dan Gua Kucing. Gua Kucing dibuka khusus bagi yang mau mengaji saja. Dulunya di sini juga dikhususkan untuk pertapaan, sayang, kasus meninggalnya pertapa membuat bagian lain Gua Kucing harus ditutup. Sedangkan Sumur Tujuh serupa terowongan beberapa meter dengan tujuh sumur air payau.



Penduduk di Gili Ketapang timur ini cukup bikin gedeg. Soalnya, nggak cuma anak-anak, orang dewasanya juga kerap menengadahkan tangan, meminta-minta. Hey, ini tempat wisata! Kalau nggak dikasih, sebagian dari mereka memaki. Cukup tau saja.



Di sisi timur, kalian bisa banget leyeh-leyeh ngadem di rimbunnya pohon. Atau bisa juga keliling sisi timur sambil foto-foto. Di sini, rombongan kapal saya, yang terdiri dari 38 orang, diberi waktu 1,5 jam buat eksplor sambil menunggu spot snorkling yang rame gila. Sambil eksplor, kalian bisa banget duduk-duduk di warung makan rujak. Harga makanan di sini standar banget. Sayang, sejauh mata memandang, nggak ada satu pun tempat sampah di sini. Pun ada warung yang notabene pasti punya banyak sampah.



Puas di sisi timur, kalian akan diajak ke sisi barat pulau. Bagian ini paling ramai karena di sinilah tempat utama wisata Gili Ketapang berada. Jam menunjukkan pukul 11.15 ketika kapal kami sampai di sisi barat. Tahukah kalian apa yang kami lakukan? Kami diletakkan di bale-bale dekat kandang kambing diminta menunggu spot snorkling kosong. Iya, menunggu dan doing nothing. Saya cuma bisa geleng-geleng kepala melihat itinerary aneh ini. Selama 1,5-2 jam kami duduk-duduk nggak penting, dilarang kemana-mana. Takutnya, tiba-tiba dipanggil gitu buat snorkling. Beruntung saya masih sempat salat dan jalan bentar.





Jam 13.45 kami baru benar-benar snorkling. Ada dua spot snorkling; terumbu karang segar dengan nemo dan papan nama Gili Ketapang. Secara keseluruhan, karang di sini sudah cukup tua. Didominasi karang otak yang teksturnya cukup keras. Beberapa di antaranya ada karang semak dan daun tapi jumlahnya amat minim. Sejauh mata memandang, terumbu karang di sini hanya sedikit yang masih tersisa. Yang lain sudah lebur. Meski begitu, warna-warni ikan cukuplah untuk memanjakan mata. Hanya saja kalau dibandingkan dengan Menjangan atau Karimun Jawa, sungguh jauuuuh:)).



Selesai snorkling, kalian bisa makan ikan sepuasnya dengan sambal yang pedasnya menggigit lidah. Enak? Alhamdulillah bikin kenyang. Meski baru, Gili Ketapang cukup maju. Selain penginapan, di sini juga sudah disediakan kamar mandi yang cukup bersih. Yang bikin senang, ternyata setiap menjelang maghrib, kamar mandi ini selalu dibersihkan oleh pemiliknya. Katanya biar nggak bikin gatal di kulit.





Berbeda dengan Gili Ketapang timur, penduduk di Gili Ketapang barat ini amat ramah. Mungkin mereka lebih menyadari pentingnya wisatawan bagi perekonomian keluarga. Saya sampai sungkan berpikiran macam-macam tentang Suku Madura di sini, hehe.





Jalanan di Gili Ketapang ini sempit. Itulah sebab tidak ada satu pun penduduk yang mempunyai mobil. Jika kalian hendak berkeliling, hanya ada motor penduduk tanpa plat motor yang bisa dikenakan. Lalu, jika ingin suasana berbeda, kalian bisa menginap di tenda warna-warni yang disediakan. Perorang dipatok 120 ribu semalam dengan fasilitas tiga kali makan. Pertenda maksimal diisi hingga empat orang. Atau jika ingin hemat, ada penginapan gratis di Probolinggo yang disewakan khusus untuk wisatawan.





Laut yang biru ditemani butiran pasir putih memikat hati. Banyak spot seru yang bisa kalian ambil di Gili Ketapang ini. Dengan harga yang murah meriah, kalian bisa banget datang ke sini. Jaraknya tak lebih dari dua kilometer jika ditempuh dari Stasiun Probolinggo.

Biaya yang dikeluarkan dari Surabaya menuju Gili Ketapang cukup murah:
Tiket kereta PP 29.000 x 2 = 58.000
Tiket open trip 85.000
Bilas badan 3.000
Total tak sampai 150.000 perorang. Murah? Lumayanlah. Kalau mau lebih murah sebaiknya koordinir sendiri dengan kawan nggak usah ikut open trip.
Selamat berlibur...

Post a Comment