Skip to main content

Biar Jadi Anak Gaul Mainnya ke Hutan Pinus Imogiri



Kamu bisa dibilang cukup gaul kalau sudah mampir ke Hutan Pinus Dlingo, Imogiri. Gimana nggak? Wong tempat ini amat sangat mainstream, wkwk. Yaaa, antara gaul dan pasaran, sih #plak

Ceritanya minggu lalu saya main ke Jogja buat beres-beres rumah suami. Nah, sambil nunggu mertua datang, saya dan suami ngabur ke Dlingo, Imogiri. Pingin dianggap gaul gitu. Jarak dari rumah suami yang ada di pusat kota Jogja ke Dlingo bisa ditempuh sekira sejam perjalanan menggunakan motor. Mengendarai santai hore di Minggu pagi nan ceria.



Dlingo, Imogiri masuk dalam Kabupaten Bantul. Lepas dari Jogja, jalanan menuju Bantul sudah berganti dengan pemandangan sedikit agak pedesaan. Lalu berubah menjadi sejuk dengan jalanan aspal meliuk-liuk. Pemandangan didominasi dengan rimbunnya pepohonan. Santai bener...

Ada banyaaaak banget wisata di sekitar sini. Nggak heran kalau pemkab setempat beramai-ramai bikin desa wisata buat menonjolkan potensi wisata yang ada. Seru? Pastinya. Tapi karena cuma waktu terbatas sebelum jam 10, kami hanya berkunjung ke Hutan Pinus, tempat gaul anak Instagram #ehem



Sebenarnya, Hutan Pinus Dlingo ini hutan biasa aja. Ya, benar-benar hutan pinus di pimggir jalan dengan tegakan cukup rapat. Saya jadi berasa mau praktikum morfologi tumbuhan. Lalu apa istimewanya? Yaaa, tempatnya. Karena yang biasa bisa jadi luar biasa gara-gara promosi di sosmed. Tau sendiri, kan, Indonesia dipenuhi anak gaul sosyel mediya.

Untuk masuk ke tempat ini pengunjung cuma wajib bayar lima ribu rupiah buat parkir dan dua ribu rupiah buat tiket masuk lokasi hutan. Murah? Standarlah. Masuk hutan loh ini, wkwk.



Udah masuk hutan, kamu bisa banget main foto-fotoan dengan berbagai gaya sampai jelek. Hutan gini banyak yang dateng, loh. Ada yang cuma pingin tahu tempat gaul Instagram (kaya saya gini :p), ada juga yang pingin prewed, atau pingin gelar tikar buat piknik bersama keluarga. Bebas.

Ada gardu pandang yang bisa dimanfaatkan buat foto hore di atas. Tapi karena males antre cuma buat foto, saya cuma ndlongop ngeliat mereka yang rela antre demi foto. Luar biasa.



Kalau pingin nuansa foto lebih dramatis, ada baiknya kalian datang sebelum matahari terbit. Soalnya di jam-jam segitu kabut tipis bisa bikin efek foto kalian lebih asoy dinikmati. Tertarik buat jadi anak gaul Instagram di Hutan Pinus Dlingo? Biar gaul kayak saya begini, gitu...

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…