Skip to main content

Cabaret Show: Hiburan Klasik, Antik, dan Asik di Jogja



Butuh hiburan saat liburan? Coba kalian main ke Jogja dan jalan-jalan ke Malioboro. Cobain buat main ke Oyot Godhong Cafe yang ada di Hamzah Batik atau Mirota, letaknya di paling ujung pertokoan. Di sana ada Cabaret Show ala Lady Boy. Pertunjukan seni drama yang asli bikin liburanmu bakalan lebih hore. Ketawa ngakak nggak berhenti-berhenti.



Sudah sejak empat tahun lalu saya memendam rasa penasaran buat nonton Cabaret Show ala-ala di Thailand. Tapi beberapa kali ke Jogja timingnya nggak pas. Gimana nggak? Cabaret Show yang ada di Jogja ini cuma bisa disaksikan setiap hari Jumat dan Sabtu pukul 7 malam saja. Sangat terbatas waktunya.



Makanya, waktu ada kesempatan buat main ke Jogja di akhir pekan, saya langsung menuju Malioboro begitu sampai Lempuyangan. Dari Lempuyangan menuju Malioboro saya naik Trans Jogja. Halte Trans Jogja berada tak jauh dari Lempuyangan. Begitu keluar dari stasiun, berjalanlah ke arah kiri sampai menemukan jembatan. Nah, haltenya ada di bawah jembatan sebelah kanan. Naiklah bus koridor 2A yang oper 1A dan turun di Malioboro.



Jam sudah menunjukkan pukul 18 begitu saya tiba di Hamzah Batik. Saya bergegas menuju lantai tiga, tempat Oyot Godhong Cafe berada. Di sana pertunjukan kabaret digelar. Meski kurang sejam pertunjukan kabaret dimulai, penonton ternyata sudah amat banyak. Untuk masuk ke sini, kalian bisa bayar tiket 50 ribu (reguler) dan 60 ribu (VIP). TIPS: datanglah lebih awal agar bisa mendapatkan tempat duduk strategis.



Pertunjukan kabaret digelar selama 80 menit dan diawali dengan tarian tradisional yang dibawakan dengan gemulai. Jangan salah, mereka adalah para waria. Begitu tarian selesai, satu persatu lady boy berpenampakan seperti artis hadir menyapa pengunjung dengan menyanyi lip sync. Sebenarnya, nggak ada yang spesial dari pertunjukan orang menyanyi lip sync. Tapi yang bikin berbeda adalah tingkah pola para lady boy yang nyayi lebay plus jablay. Makin jablay begitu ada kesempatan mengajak penonton untuk menari. Yang paling bikin ngakak, mereka nggak segan buat naik ke bangku penonton sambil menari-nari alay. Plis, cewek normal nggak sejablay itu, kan?



80 menit terasa kurang bagi saya mengingat hiburan yang dihadirkan fresh dan segar. Apalagi ketika lady boy menyanyikan lagu milik Agnes Mo, Jessie J, dan Anggun yang menurut saya paling bikin asik. Penampilan paling akhir, para talent akan menyanyikan lagu secara bersama-sama.



Puas mengocok perut, pengunjung boleh banget foto bareng talent. Mereka nggak gigit. Tapi teteup, saya nggak berminat buat foto bareng. Geli aja lihat mereka:)).

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…