Skip to main content

Mengintip Budidaya Terumbu Karang di Pantai Bangsring Banyuwangi



Sudah ketiga kalinya saya datang ke Pantai Bangsring Banyuwangi. Namun baru kali ini bisa melihat sekaligus merasakan langsung bagaimana caranya menanam terumbu karang. Pasti kalian sudah tau kalau ekosistem laut sangat bergantung dengan terumbu karang. Itulah sebabnya, merawat terumbu karang yang telah rusak penting dilakukan untuk memperhatikan keberlangsungan kehidupan laut di masa mendatang.

Nah, Pantai Bangsring di Banyuwangi ini adalah satu dari sekian banyak wilayah di Indonesia yang mengalami kerusakan terumbu karang cukup parah. Hasil ngobrol dengan Pak Sukir, wakil ketua asosiasi kelompok nelayan, cukup membuat saya takjub. Sebab selama ini, kurangnya kesadaran nelayan dan penduduk sekitar akan pentingnya menjaga ekosistem laut membuat terumbu karang di perairan dekat pemukiman warga ini rusak. Tentu saja ini membuat pendapatan nelayan menurun drastis karena tak ada ikan yang bisa ditangkap. Terlebih, akibat rusaknya wilayah perairan sekitar mereka menyebabkan rute melaut beralih ke Indonesia Timur. Semakin jauh dan semakin mengancam keselamatan jiwa.



Dari latar belakang itulah yang membuat nelayan Bangsring sadar. Tahun 2009 mereka mulai menginisiasi gerakan penyelamatan terumbu karang di perairan Pantai Bangsring dengan melakukan penanaman bibit terumbu. Sifat terumbu karang yang sulit tumbuh, hanya 1 centimeter pertahun, membuat nelayan sadar jika merawat ekosistem laut amat sulit.

Delapan tahun berjalan, terumbu karang mulai tumbuh dan menjadi habitat bagi ikan-ikan hias. Yang paling penting, kehadiran ekosistem laut meningkatkan potensi ekonomi bagi nelayan sekitar. Jika dulunya nelayan hanya mampu menghasilkan uang sebesar 50 ribu rupiah perhari dari hasil menjual ikan, kini bisa mencapai jutaan rupiah. Kok bisa?



Soalnya, mereka juga membuka wisata laut yang kini bisa dinikmati banyak orang. Dari terumbu karang, wisatawan pasti tertarik untuk snorkling, melihat-lihat terumbu karang dikelilingi ikan hias. Mau yang berbeda? Bisa ikut dalam gerakan menanam terumbu karang seperti yang saya lakukan. Biasanya, yang bisa ikut menanam adalah kelompok atau komunitas. Jadi, kalau perorangan belum bisa dilakukan.



Di situ, kalian akan diajarkan bagaimana cara menanam terumbu karang pada pipa paralon, mengikatnya menggunakan, tali dan memastikan terumbu tetap dalam kondisi basah. Secara morfologi, ciri terumbu karang yang masih hidup adalaha licin seperti ada lumut. Terumbu yang masih hidup ini hanya mampu bertahan dalam kondisi tanpa air kurang dari satu menit. Makanya, harus cepat-cepat mengikatnya.



Suasana menanam terumbu karang ini seru sekali. Saya menyukainya. Apalagi saya dan rombongan Bank Indonesia diwajibkan untuk melakukan penanaman minimal satu karang. Setidaknya, biar pernah tahu rasanya menanam terumbu karang. Progres penanaman ini akan dilaporkan secara berkala oleh kelompok nelayan Bangsring.



Nah, gimana? Tertarik juga buat ikut gerakan menanam terumbu karang? Segitu susahnya menunggu terumbu karang tumbuh, semoga membuat kita selalu sadar dan konsisten dalam menjaga ekosistem laut.

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…