Sunday, May 27, 2012

#opini Aturan main di dunia maya

Judul tulisan tersebut mengingatkan saya pada teman yang menuliskan komentarnya mengenai hal persis  yang akan saya beberkan berikut ini. Mengenai aturan main di dunia maya. Isi postingan berikut hampir sama halnya dengan pre-novel saya yang tinggal menghitung hari tuntas dan semoga diterima di sisi sang editor, amin *istighotsah :p*

Saya mengenal dunia maya barangkali sejak SD kelas 6, saat itu saya hanya menggunakan fasilitas MIRC dan memang hanya sebatas itu kemampuan saya ndeso pek. Beranjak SMA, saya mulai mengenal friendster. Bisa dikatakan saat itu saya addict banget sama fs ini. Lalu beranjak pada blogfacebook, twitter, plurk, buku cinta dan masih banyak lagi *lupa kebanyakan akun soalnya :p* awal mengenal aneka rupa sosial media ini saya gak pernah punya pikiran untuk beramah tamah, bersopan santun, dan menjaga sikap. Saya berpikir bahwa dunia maya hanyalah semu, gak nyata dan oke saja jika kita mau marah-marah, mengutuk siapapun, dan whatever you did. Toh, itu kan akun milik saya pribadi.

Lambat laun, seiring usia bertambah, bertepatan dengan saya membaca postingan teman dekat yang mengatakan bahwa dunia maya juga mempunyai aturan karena kita gak main-main sendiri di dunia maya tersebut. Iya, pikiran saya waktu itu setuju sekali. Memang benar, di dunia maya kita gak bermain-main sendiri, ada teman, saudara, relasi, dan guru bahkan. Kurang lebih setahun lalu saya membaca postingan tersebut dan sukses mempengaruhi pikiran saya. Saya sering kali berpikir dulu kalau mau sekedar bercuap-cuap meski pada kenyataannya, sangat amat susah dijalankan. Terbukti, terhitung beberapa bulan, minggu, atau bahkan hari yang lalu saya masih ngomel-ngomel di dunia maya. Padahal, saya juga tau dan mikir, emangnya dunia maya bisa apa? bisa nuntasin masalah kita? bisa nuntasin jengkelnya kita sama teman, saudara, orangtua, relasi, dan segala tetek bengek dunia nyata? enggak! 

Iya, dunia maya gak bakalan bisa nuntasin masalah kita kok kalau masalah kita dishare di sosmed tersebut. Tapi, kan ada teman-teman dunia maya dan nyata yang baca tweet, tret, status, atau apapun itu milik kita dan barangkali bisa bantu kita? Memang ada, dan gak sedikit dari mereka yang akan membantumu. Tapi, apa iya dengan begitu masalah kamu akan terselesaikan dengan baik? Masalah yang kita share itu gak jarang adalah aib kita sendiri kalau ini sih saya cukup sering juga mengumbarnya (okok). Bukankah itu sama aja cari perhatian ya?  serius, saya juga sering caper di dunia maya ntar bisa juga ujung-ujungnya jadi berantem kalau lagi ada masalah bareng teman yang juga punya sosmed. Duh, beneran gak enak berantem di dunia maya itu, guys. Diliatin banyak orang. Kebayang dong seberapa matangnya usia kita kalau kita berantem, sewot-sewotan di dunia nyata, eh ini di dunia maya yang memungkinkan banyak orang meski bukan teman kita buat negokin laman kita (okok).

Iya-iya, jadi mesti kudu gimana dong? kalau saya sih, serius lagi meminimalisir bentuk amarah saya yang biasa dan sering kelempar di muka umum via sosmed. Susah? banget! gimana enggak, wong saya biasa meluapkan isi hati di depan khalayak umum, ini malah ditahan. Demi kemaslahatan umat dan harga diri, dimulai dengan niat insyaallah bisa kok. Saya yakin itu. Untungnya, saya cukup sering nengokin blog sama laman profil idola saya. Di sana, meski dia jarang posting-tweeting tapi sekalinya ngepos selalu bikin saya manggut-manggut. Seperti halnya bagaimana cara kita mensyukuri tiap jengkal nikmat di tiap detik hidup kita. Dalam postingannya juga tersirat isi bahwa sebaiknya kita jangan mudah terpancing amarah, apalagi jika itu melalui postingan seseorang yang berujung unfollow, block, unfriend, dan teman-temannya. Menyenangkan mempunyai idola yang kita kenal dan selalu memberikan hal baik tanpa ada niatan menggurui *tipikal diri saya banget, suka diingatkan tapi gak menggurui :)*

Hal lain yang membuat saya berpikir adalah, memahami jika semisal saya melamar kerja entah di perusahaan manapun dan diharapkan mencantumkan laman profil apapun, saya percaya bahwa laman profil itu berpengaruh terhadap masa depan saya. Tak hanya itu, katakanlah ada seseorang yang tengah menarget saya untuk dijadikan pasangan, tapi berhubung saya menunjukkan gelagat dan tingkah yang kurang baik, bisa jadi kemungkinan terburuk itu akan terjadi. Iya, meski susah, saya akan terus berusaha untuk memperbaiki keseharian saya pada dunia maya-nyata.

Jadi, kalau saya boleh menarik kesimpulan, bijaklah bermain-main di dunia maya. Mereka mendekatkatkan yang jauh, tapi menjauhkan yang dekat. Percayalah bahwa tak ada yang menandingi teman-teman di dunia nyata, apapun itu bentuknya. Untuk itulah silakan kopdar! #eh :)).

Bukan saya menggurui, tapi saya mengingatkan diri saya untuk memperbaiki diri, biar gak mere-mere di lapak umum, kasian yang baca juga. So, saling mengingatkan ya :).

Wednesday, May 23, 2012

#trip Karimun Jawa 15-19 Mei 2012 #3-end

Perbandingan Aneka Penampakan

KMP Muria Rp 28.500 (6-7 jam perjalanan)

KM Bahari Express Rp 85.000 (1.45-2.15 jam perjalanan)

Karcis KMP Muria

Karcis KM Bahari Express

Isi dari KMP Muria

Isi dari KM Bahari Express

Sisi Lain
Balai Desa Karimun Jawa

Ada Pusat Layanan Internet

Pusat Layanan Internet Kecamatan
Ikan hasil tangkapan

Freeze

Siap dijual ke Jepara

Aneka Pulau yang Subhanallah, Sesuatu!

Pulau Menjangan Kecil 

Pulau Cemara Kecil


Pulau Cemara Besar

Tanjung Gelam

Pulau Gosong

Pulau Tengah

Pulau Kecil

Penangkaran Hiu

Serba-serbi Jalanan
Perbukitan di Karimun Jawa

Peta Kepulauan Karimun Jawa

Bareng Anak Pantai

Es Dawet Jepara (Isi: Tape, Dawet, Cincau) Pelabuhan Kartini

Soul Sepatu Sandal- Raya Pati




Tuesday, May 22, 2012

#trip Karimun Jawa 15-19 Mei 2012 #2

18 Mei 2012
Memasuki hari ketiga di Karimun Jawa, jadwal hari itu idem dengan hari kemarin (17 Mei 2012). Sebelumnya, seperti pagi kemarin, kami jalan-jalan pagi terlebih dahulu. Berbeda dengan hari sebelumnya, pagi itu kami bertiga (saya, Nia, Lukman) memilih untuk melihat sisi Timur Karimun, yang artinya kami berjalan ke arah pelabuhan Karimun Jawa *keempat teman lainnya memilih untuk berkeliling di sebelah barat daya dermaga*. Angin pagi itu cukup sejuk, sehingga kami pun menikmati semilir yang membuat kami betah berjalan lambat macam keong. Oh iya, fyi, jalan-jalan pagi itu super sepi, bisa dikatakan kami turis lokal satu-satunya yang sudah bangun dan jalan-jalan pagi, padahal itu pukul 5.30 WIK (Waktu Indonesia bagian Karimun Jawa).

Over 100 years old

Go map!

The only one SPBU and has been deactivated

Selesai jalan-jalan dan sarapan yang telah disediakan penginapan, kami langsung berkemas untuk snorkling di Timur Karimun. Hari itu tujuan kami adalah Pulau Tengah, Pulau Kecil, Pulau Gosong, dan Penangkaran Hiu. 
Berbeda dengan jalan-jalan pagi dengan angin semilir, angin laut pagi itu cukup kencang. Bahkan duduk kami pun diatur biar kapal gak oleng. Berbeda dengan hari sebelumnya yang bisa bebas pencilakan, duduk kami dari awal sampai Pulau Tengah harus anteng dan gak boleh pindah-pindah. Doh, kebayang dong, saya yang gak bisa anteng harus duduk diam di bagian depan kapal dan gak boleh gerak-gerak. Bosen! Mana ombaknya kenceng, letak pulaunya jauh pula, bener-bener mati gaya.
Berhubung ombak yang dihasilkan hari itu cukup tinggi, maka, perjalanan pertama kami yang kala itu menuju Pulau Tengah langsung berputar ke Pulau Gosong. Kenapa? Karena...

Pulau Gosong
Berputar sedikit dari tujuan semula, Pulau Tengah, kami menuju Pulau Gosong, sebuah pulau yang timbul tenggelam tergantung dengan tingginya ombak. Tapi, pasti tenggelam setiap harinya. Pulau Gosong sangat jauh berbeda dengan pulau-pulau lainnya di Karimun Jawa. Selain belum ada yang membelinya :p, juga tak ada pepohonan sama sekali di sana, yang ada hanya hamparan pasir putih dengan air laut yang menghijau di tepinya. Subhanallah banget.

How beautiful it is!

Selesai Pulau Gosong, kami langsung berayun-ayun ke Pulau Tengah. Kenapa berayun? Karena kapal kami bener-bener kena ombak tinggi, bahkan hampir terguling karena gak imbang. Jelas, saya yang kala itu sudah pindah duduk di bagian tepi tengah kapal langsung pindah ke tengah, menyeimbangkan gitu maksudnya wedi pek serius -___-".

Pulau Tengah
Nah! Di Pulau Tengah ini, Yaa Allah, seriuuuus pemandangannya oke punya! Terumbu karangnya dekat banget, dengan warna-warni macamnya. Ikannya banyak, tapi sayang gak ada satupun foto disana *under water* karena emang jatah foto under waternya udah habis #ngek. Ya udah sih, hajar aja nyelamnya :D. Oh iya, disini, ada beberapa terumbu karang yang rusak :(. Abis nyelam dan snorkling, kami langsung menepi buat makan siang, temanya masih bakar-bakar kayak hari sebelumnya. Tapi sebelumnya diisi dengan foto-foto cantik di tepian pantai. Fotonya minim, karena foto terpusat di kamera Cici dan saya lupa belum ngopi. Di Pulau Tengah ini viewnya bagus, ada sepetak lahan buat penangkaran hiu tepat di depan sebuah villa yang menjorok ke laut.

Terumbu karang rusak


Hyak!

Hore!

Pegel :p

Sudah makan, sudah kenyang, sudah kenalan bareng temen-temen dari Semarang, rombongan CS regional Semarang *makasih infonya yaa! :)* kami langsung menuju ke Pulau Kecil yang letaknya gak jauh dari Pulau Tengah, tinggal renang aja sampai tapi gak ada yang mau berenang :p.

Pulau Kecil
Persinggahan kami selanjutnya adalah Pulau Kecil. Disini, ikannya lucu-lucu dan segambreng, ada nemo juga yang biasa ditemukan di karang-karang dasar laut, tipikal ikan pemalu. Di tepian Pulau Kecil terdapat dermaga kayu, nah, mas guide lah yang nunjukin ke kami kalau ada nemo di karang di dekat pilar dermaga kayu. Dan, emang beneran ada!

Gotcha Nemo! :D

Melompat lebih tinggi!

Barang kali mas guidenya kasian sama kita yang seharian gak foto-foto dalam air, jadinya, pas di Pulau Kecil ini kami nampang sebagian :)).

Ikannya cantik :p

He-ho :D

Sudah di Pulau Kecil, artinya perjalanan bahari kami harus segera diakhiri dengan menuju Penangkaran Hiu. Perjalanan dari Pulau Kecil sampai Penangkaran Hiu ini jauuuuh sekali, sama kayak pas perjalanan berangkat dari Karimun ke Pulau Tengah-Kecil. Di perjalanan ini, ombaknya beneran tinggi, kepala udah nyut-nyutan aja, angin kenceng, perut mual, dan masuk anginlah saya :|. Bahkan saking kencengnya angin, si Nia sampai muntah-muntah.

Penangkaran Hiu
Sampai di Penangkaran Hiu, niat jauh-jauh hari buat uji nyali renang bareng hiu seketika batal gegara saya yang keburu masuk angin, sendawa bolak-balik, maka saya cuman mengamati dari tepi saja sambil ngerendam kaki. Ternyata, ngerendam kaki di tepian juga cukup membuat adrenalin naik turun loh. Pas lagi asik ngobrol dan membiarkan kaki di air, dua hiu menghampiri kaki saya yang langsung bikin saya gak pakai mikir dua kali buat angkat kaki :)))). Nyali saya ciuuutt, tapi tetep mupeng renang serius! 

Hai hiu

Breathless :p

Mejeng kaki di tepian :))

Done! Selesai Penangkaran Hiu, artinya wisata kita benar-benar berakhir. Kami segera kembali ke Karimun yang letaknya gak jauh dari Penangkaran Hiu, dilihat aja nyampe kok :p liatnya pakai berenang tapi :))
Selesai sudah perjalanan kami, berenang, snorkling, tapi tidak dengan bercanda ya! Karena rombongan kami emang kelewatan gak warasnya, kecuali saya! :)).
Malamnya, rutinitas kami hanya bersantai. Selepas bersih diri, niatnya, saya dan Nia mau balik lagi ke toko souvenir, tapi apa daya sama-sama tertidur cepet belum puas belanja :)).

19 Mei 2012
Packing! Jadi, setelah bersih diri dan sarapan, kami packing buat check out dan pulang ke Jepara dengan kapal cepat Bahari Express dengan jadwal pemberangkatan jam 8 WIK. Estimasi pemberangkatan ini mundur lamaaaa temans, 4 jam! akibat ombak yang bisa dibilang cukup tinggi, yakni sekitar 2,5 meter. Lagipula, posisi kapal kami bakalan melawan arus, bisa dibayangkan dong  gimana bahayanya.
Oh iya, sebelum check out tepatnya pukul 6.20 WIK, karena saya masih punya keinginan buat beli kaos, jadinya abis sarapan saya ngabur bentar nyari toko souvenir yang gabung dengan home stay dan buka pagi-pagi niaaaaatt!! :))). Berbekal subuh-subuh nanya sama ibu yang punya penginapan, dimana tempat jual souvenir yang gabung dengan home stay, maka berangkatlah saya ke toko souvenir seorang diri :)))). Dan, saya nemu dua home stay yang juga jual souvenir, satu toko tutup, dan satunya lagi buka. Yeay!! :D
Namanya Home stay Berkah Ilahi, letaknya tak jauh dengan penginapan kami. Hanya berselang dua gang. Dan, di home stay tersebut, model kaosnya lucu-lucuuuu, beneran nyesel kenapa gak kemarin-kemarin kesana. Karena diburu waktu dan sudah ditelpon sama si mas, maka saya pilih kaos dan souvenir gak pakai mikir! Errr -___-" 
Kembali ke penginapan sudah ditunggu mobil jemputan dengan perabotan saya sudah beres semuanya, bener-bener mau ditinggal :)). Pas ditanya saya dari mana, maka, rombongan pun juga pengen mampir kesana #eaaa *sia-sia saya buru-buru*. Bareng rombongan, saya belanja lagi! Yaa ampun kenapa bisa giniiii!! :))))
Selesai semua-muanya, kami sampai pelabuhan paling cepat! Yep, baru satu rombongan yang sampai, dan kesempatan itu kami buat foto-foto doooonngg :)). Nyusul yak, fotonya! :D

Akhirnya, setelah 4 jam dalam penantian tsaaaahh :p kapal yang berdurasi 2 jam tersebut mau berangkat juga. Padahal sebelumnya dikabarkan kalau misal kapal delay sampai di atas jam 12, maka perjalanan ditunda. Jadiiiii, selamat tinggal Karimun Jawa. Sampai ketemu kapan-kapan lagiii, proud to be served! :*

Tips penting! 
1. Bagi yang mabok perjalanan darat, laut, dan udara serius ada baiknya bawa antimo dan minyak kayu putih, biar gak ngerepotin temannya. Persis bagi yang suka pusing di bawah terik, wajib bawa obat sakit kepala :p.
2. Bagi yang jarang mandi dan gak suka sering-sering mandi alias males macam saya, untuk perjalanan 4H3M cukup membawa 4 potong baju ganti, 2 celana santai (buat tidur dan menyelam). Untuk pakaian dalam, tau sendirilah gimana ngitungnya :p.
3. Pakai kaos lengan panjang buat nyelam biar gak gosong. Jangan lupa sunblocknya. Kalau saya sih, udah bawa sunblock tapi gak kepake, males makenya, jadi gosong deh :)).
4. Gak usah bawa jaket, disana panas.
5. Selamat berlibur! :D

ps. banyak foto yang masih delay, ntar yaa, nunggu fotonya komplit, baru diedit kalau gak males :p.

Monday, May 21, 2012

#trip Karimun Jawa 15-19 Mei 2012 #1

15-19 Mei 2012, berawal dari pikiran nafsu pengen jalan-jalan ke pantai, tapi gak pernah berhasil nyari temen, akhirnya bergabunglah saya dengan sekumpulan teman-teman si mas yang gila dan sakit jiwa dari program S2 HI Unair. Rencana perjalanan terebut sudah matang direncanakan sejak dua bulan sebelumnya, begitupun saya, tanpa pikir panjang langsung sepakat mengiyakan untuk bergabung dengan si mas, Agung, Bu Nora, Cici, Lukman, dan Nia (temen SMP saya). Ongkos perjalanan untuk paket travel 4H3M yang kami ambil sebesar Rp 600 ribu. Jauh lebih mahal dibandingkan dengan beaya yang tertera di web resmi Karimun Jawa tapi yasudahlah yang penting berangkat dan bersenang-senang :D.

Mempunyai teman perjalanan yang asyik, menyenangkan, dan gokil cukuplah membuat perjalanan menuju gugusan Pulau Karimun Jawa semakin heboh dan gila. Bayangkan saja jika perjalanan wajar dari Surabaya-Jepara cukup ditempuh dalam kurun waktu 6-7 jam dengan bus patas, kami melewatinya dengan 8 jam perjalanan menggunakan mobil pribadi. Alasannya? Sempat berhenti, nyasar, dan kebanyakan bercanda, padahal si sopir nyetirnya kayak kesetanan :p. Kami berangkat dari Surabaya pukul 21.15 WIS (Waktu Indonesia bagian Surabaya) dan sampai Pelabuhan Kartini Jepara tepat pukul 05.15 WIJ (Waktu Indonesia bagian Jepara). Total perjalanan darat Surabaya-Jepara 8 jam tepat.

Sesampai di Pelabuhan Kartini Jepara kami langsung sholat subuh di masjid dekat pelabuhan dilanjutkan dengan sarapan yang super duper terlalu pagi bagi saya. Kondisi masjid dan pelabuhan pagi itu ramai, maklum pemberangkatan kapal yang akan membawa kami pagi-pagi sekali, pukul 8.00 WIJ (Waktu Indonesia bagian Jepara). Setelah sarapan, menitipkan mobil, dan berkemas, kami langsung menuju kapal KMP Muria, kapal fery ekonomi dengan waktu tempuh sekitar 6-7 jam perjalanan. 

KMP Muria, ekonomi Jepara-Karimun Jawa

Isi dan tempat duduk KMP Muria abaikan model terdepan :p

Karcis KMP Muria
Menikmati 6 jam perjalanan bohong banget kalau bilang menikmati :p di atas kapal cukup membuat kami mati kutu dibuatnya. Bayangkan saja 6 jam tanpa kegiatan apapun selain foto, ngemil, ngobrol, dan tidur. Sumpah demi apapun itu kegiatan membosankan sekali berlebihan. Seperti biasanya kita diperlakukan dan memperlakukan waktu, jadwal pemberangkatan kapal yang semula pukul 8 teng pun mundur 20 menit. Otomatis perjalanan kami terhitung mulai jam 8.20-14.40. Lumayan bikin pantat tepos, sodara! berlebihan lagi. Total perjalanan laut Jepara-Karimun Jawa 6 jam 20 menit.

Selamat Datang di Karimun Jawa! :D

16 Mei 2012
Sampai di pelabuhan Karimun Jawa kami disambut gugusan pulau-pulau yang Subhanallah eksotis sekali rupa-rupanya, serius membangkitkan gairah kami untuk buru-buru nyebur. Tapi rencana nyebur itu pastilah ditahan, karena jadwal kami untuk bersnorkling ria baru keesokan harinya. Jadwal kami hari itu hanya check in, bersih diri, menikmati sunset dan ngopi santai di lapangan bola kalau kata warga Karimun, namanya alun-alun yang ada di dekat dermaga dengan para pedagang yang berjejer rapi.

Rupa penginapan kami, Griya Vina

Sunset di dermaga Karimun Jawa

17 Mei 2012
This is it!! Hari yang paling kami tunggu-tunggu. Pagi hari setelah sholat subuh dan bersih diri bagi yang gak malas mandi pagi-pagi :p, kami berjalan pagi santai di sekitar perkampungan dan dermaga Karimun untuk sekedar berfoto-foto sebelum akhirnya bersiap-siap untuk snorkling di Pulau Menjangan Kecil, Pulau Cemara Kecil, Pulau Cemara Besar, dan Tanjung Gelam.

Foto pagi-pagi menikmati sunrise
Pulau Menjangan Kecil
Pagi itu rencana kami seharian adalah berlayar dan bersnorkling di Karimun bagian Barat. Di bagian Barat Karimun, ombak relatif tenang, perjalanan pun aman lancar dan terkendali. Bersama dengan rombongan travel dari Semarang dan Jakarta, kami menyelam, snorkling, dan foto-foto underwater tentunya :D
Tak hanya di Pulau Menjangan Kecil, hampir di semua pulau yang ada di gugusan kepulauan Karimun Jawa setiap kapal bersandar dikenakan beaya sebesar Rp 20 ribu. Tapi, jika kita, per orang, ingin bersandar di Pulau Menjangan Kecil per orangnya dikenakan beaya Rp 25 ribu. Hal ini disebabkan bahwa hampir seluruh pulau yang ada di kepulauan Karimun Jawa telah dijual di Pemda setempat. Entah pada warga lokal Indonesia ataupun Mancanegara.

Hyak, mas Sholeh ikut nampang juga :))

Pulau Cemara Kecil
Selesai di Pulau Menjangan Kecil, kami beralih ke Pulau Cemara Kecil buat isi perut. Disana, pihak travel menyediakan ikan segar untuk dibakar dan makan di tempat. Gak cuman bakar-bakar ikan, kami juga sempat foto-foto di Pulau Cemara Kecil yang berbeda dengan Pulau Menjangan Kecil.

Bakar-bakar

Mas Suryadi, Lab.Metalurgi UI nampang :))


Mayat hidup :p
Pulau Cemara Besar
Sudah makan, sudah kenyang, lanjut snorkling lagi di Pulau Cemara Besar yang letaknya tak jauh dari Pulau Cemara Kecil. Memang istimewa, masing-masing pulau di sini gak ada satupun yang sama satu sama lain. Kalaupun sama, pasti beda dikit :p. Di sini, bentuk terumbu karangnya lebih eksotis dan kebanyakan masih muda, jadi gampang rusak kalau diinjak iyalah dudul.

Eksotis

Bagus

Subhanallah

Keren

Cantik :)))))

Tanjung Gelam
Selesai bersnorkling, pasti lapar lagi kan yaa? untuk itulah tujuan terakhir trip bahari kami hari kedua adalah Tanjung Gelam, disana ada banyak warung-warung yang jual mi instan, kopi, degan, gorengan, dan teman-temannya. Sembari menenangkan pikiran lah, emang sedari tadi belum tenang apa ya? :)) kami juga foto-foto, sedikit. Sebenarnya, di Tanjung Gelam sampai sunset, tapi kami keburu bosan, ingat belum sholat juga alim :p.

Malamnya, disinilah naluri kewanitaan saya muncul. Selepas bersih diri, sholat, dan makan malam, kami  diajakin jalan-jalan ke toko souvenir yang serius bikin saya gelap mata, borong sana-sini :)). Bukannya sok atau apa ya, tapi emang kapan lagi bisa hura-hura begitu (haha). Bahkan, saya dan Nia pun sempat ke ATM BRI *ATM satu-satunya yang ada di Karimun* buat ambil uang dan balik lagi ke toko, demi!! :)))) Barangkali karena kami rakus melihat oleh-oleh, sampai ditinggal rombongan pun kami cuek, yang penting belanja :p. Sesampai di penginapan, para lelaki menyebut kami berdua sebagai ratu belanja! keren kaaaaan? :ppp.

Udah dulu deh yaa posting trip hari keduanya, besok lanjut lagi :D