Skip to main content

Abstraksi

Pagi ini aku bertemu dengannya, kekasih yang telah kupacari sejak satu tahun lalu. Sebagai kekasihku, dia teramat sangat perhatian. Setiap saat datang menjemputku, mengajakku makan, dan bersenang-senang. Meski usia pacaran kami baru berumur satu tahun, hubungan kami keren sekali. Bahkan, sekitarku yang melihat saat kami tengah berpacaran pun sering berbisik-bisik dengan pandangan... Ehm, iri.

Aku bersyukur sekali kau tahu? Memiliki pacar yang begitu perhatian hingga membuat banyak orang iri. Apalagi saat aku tengah tersenyum-senyum dengan pandangan penuh cinta pada pacarku. Mereka, orang-orang yang melihatku-kami, pasti langsung berbisik-bisik, melempar pandangan iri, dan... Sst apalagi? Tindakan iri juga mereka lakukan. Salah satunya adalah seperti saat ini.

Orang-orang itu memandangku, saling berbisik, lalu terakhir kudengar mereka bahkan menghinaku. Rasanya, saat aku mendengarnya, ingin kutampar wajah mereka satu persatu. Tapi kata pacarku sebaiknya jangan. Karena mereka hanya iri dengan romantisme kami.

Yang kuingat--paling kuingat, ada satu kalimat hinaan atau iri yang ditujukan padaku--kami. Kalimat itu dilontarkan oleh seorang bapak-bapak berpakaian hijau berkacamata. Dia datang bersama dua orang lainnya. Satu kukenali, satu lagi aku tak tahu. Saat itu, bapak-bapak itu berkata. "Tingkat gangguannya cukup kronis. Tapi, jika tidak sampai melukai dirinya sendiri dan mengasingkan diri, maka belum cukup mengkhawatirkan sehingga disebut schizophrenia. Jadi biarkan dia bermain-main dengan gulingnya."

Hahaha, guling? Bodoh. Ini pacarku, bukan guling. Dasar sinting, bahkan saking tak sukanya dia dengan pacarku, dia sampai menghina pacarku seperti guling. Dasar gila.

Comments

Popular posts from this blog

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Menginap di Bandara Changi Singapura

Sebagai bandara terbaik selama tiga tahun berturut-turut, Bandara Changi di Singapura bisa banget masuk list buat tempat menginap. Karena hal itulah saya memutuskan untuk membeli tiket pesawat murah CGK-SIN dengan jadwal penerbangan jam 21.30 dan sampai Changi 00.30 pagi. Artinya, saya bisa menginap di Changi sebelum jalan-jalan iseng dan nggak penting di Singapura esok pagi.

Penerbangan ke Singapura bagi saya adalah penerbangan paling melelahkan. Soalnya, jam 15 sore saya harus menyudahi pekerjaan, pulang ke rumah buat mandi, ngebut buat ngejar pesawat ke Jakarta jam 17.25 (jalanan macet gila!), lanjut pindah terminal, dan baru bisa buka puasa pukul 20.30 setelah nemu tempat selonjor. Apa kabar naskah kerjaan? Kerjaan baru bisa saya selesaikan pas sudah landing di Singapura, dapat wifi dan colokan listrik, dengan perasaan kacau dan pegel ngos-ngosan :))).

Urusan penerbangan di Singapura sebenarnya bikin was-was. Soalnya, imigrasi negara singa ini sering banget random check wisatawa…