Skip to main content

Nostalgia: Kue Putu

Ada yang tahu kue Putu? Jajanan tradisional yang memikat pecinta kuliner dengan warna yang aduhai indahnya, hijau! :p

Terbuat dari tepung beras dan ketan yang digiling bersama, adonan ini lantas dimasukkan ke dalam bilik bambu yang sudah dipotong-potong--dimampatkan. Jika sudah terisi separuh, gula merah yang digiling dimasukkan lalu ditutup kembali dengan adonan kue. Sekilas, tak ada yang istimewa. Tapi, begitu bilik-bilik bambu dikukus di atas kotak biskuit berisi air (yang telah dilubangi di beberapa tempat), baru terlihat istimewa dan khas.

Istimewanya sederhana saja. Ketika bilik bambu tersebut ditumpuk di atas kotak berisi air mendidih, bunyi khas pun keluar, uwuwuwuwu (kira-kira demikian :p). Bunyi inilah yang menjadi khas bagi penjaja kue tradisional yang biasa menjajakan jajanannya dengan gerobak dorong atau panggul.

Biasa disajikan dengan kelapa parut, perbuahnya Anda hanya perlu mengeluarkan Rp 500. Rasa enak, empuk dengan lelehan gula merah, membuat kue Putu ini banyak diminati. Untuk kemasan, seperti kue tradisional lainnya, kue Putu juga dibungkus dengan menggunakan kertas. Berikut dokumentasi kue Putu yang mulai jarang ditemukan.




Comments

dheas said…
Hahaha...
Di indramayu juga banyak mba... :D
Makanan favorit malah,,,
Udah agak jarang sh skarang :p
neng ucrit said…
errr di jakarta 2rb tik, harus beli 5 baru boleh beli

Popular posts from this blog

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…

Pengalaman Menginap di Bandara Changi Singapura

Sebagai bandara terbaik selama tiga tahun berturut-turut, Bandara Changi di Singapura bisa banget masuk list buat tempat menginap. Karena hal itulah saya memutuskan untuk membeli tiket pesawat murah CGK-SIN dengan jadwal penerbangan jam 21.30 dan sampai Changi 00.30 pagi. Artinya, saya bisa menginap di Changi sebelum jalan-jalan iseng dan nggak penting di Singapura esok pagi.

Penerbangan ke Singapura bagi saya adalah penerbangan paling melelahkan. Soalnya, jam 15 sore saya harus menyudahi pekerjaan, pulang ke rumah buat mandi, ngebut buat ngejar pesawat ke Jakarta jam 17.25 (jalanan macet gila!), lanjut pindah terminal, dan baru bisa buka puasa pukul 20.30 setelah nemu tempat selonjor. Apa kabar naskah kerjaan? Kerjaan baru bisa saya selesaikan pas sudah landing di Singapura, dapat wifi dan colokan listrik, dengan perasaan kacau dan pegel ngos-ngosan :))).

Urusan penerbangan di Singapura sebenarnya bikin was-was. Soalnya, imigrasi negara singa ini sering banget random check wisatawa…