Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2013

Batas

Dieng pagi itu dingin. Rania melirik layar ponsel, 14 derajat celcius. Pantas saja tubuhnya menggigil. Punggung tangannya berkali-kali menutup mulut menahan kantuk saat jarum jam menunjuk angka nyaris empat. Artinya, ia tidak bisa merapatkan selimut untuk menghangatkan tubuh. Kemarin, dirinya sudah menaruh janji pada tukang ojek, pukul empat dijemput untuk berangkat menuju Gunung Sikunir. Waktu yang tepat untuk mendaki dan melihat sunrise, begitu kata ibu pemilik penginapan. Rania, wanita berusia 26 tahun memiliki hobi jalan-jalan. Bekerja sebagai editor majalah fashion mingguan, membuat rutinitasnya menggunung. Beruntung, pekerjaannya masih tergolong fleksibel, masih bisa dikerjakan dari kejauhan--kalau tidak tahu malu. Liburan cuti kali ini, ia sengaja solo trip. Bukan tidak ada kawan atau lawan. Hanya, kejadian seminggu lalu meyakinkan dirinya bahwa ia harus pergi sendiri. Rama, lelaki yang dipacari dua tahun terakhir berulah. Tidak jauh-jauh, lelaki berparas bersih itu kembali mem…

Di Balik Serunya Menjadi Single Tracker

Saya sedang suntuk di bis sejak pukul 9 pagi tadi meninggalkan Dieng. Sampai sekarang, pukul 19, saya masih di bis menuju Surabaya setelah oper bis lima kali. Iya, untuk ke Surabaya harus rela berganti bis sebanyak itu dari puncak Dieng. Bisnya: Dieng-Perempatan Njuritan, Wonosobo; Perempatan Njuritan, Wonosobo-Terminal Wonosobo; Wonosobo-Magelang; Magelang-Jogja; Jogja-Surabaya. Sebenarnya, dari Magelang ada bis langsung menuju Surabaya, hanya saja ada di jam tertentu. Yakni pukul 10 dan 15 saja. Berhubung saya sampai Magelang pukul 12.15 jadi mau tidak mau saya harus ke Jogja. Dari Jogja-Surabaya kebetulan tiket kereta habis, jadi bis benar-benar pilihan menyehatkan. Halah.
Perjalanan kali ini, saya kembali menjadi seorang single tracker. Semi single tracker, tepatnya. Mengambil jatah cuti tiga hari plus hari libur, saya berangkat dari Surabaya Senin malam pukul 22. Setelah perjalanan ngebut benjutnya Sumber Slamet, saya sampai Jogja pukul 5 Selasa pagi dilanjutkan menuju MM UGM, t…

Can I Walk With You?

Sial, setelah berhasil menenangkan diri sendiri, malam ini goyah juga pertahanan saya. Nggak, nggak, bukan galau, tapi sekadar ingat saja. Ceritanya, malam ini sedang nganggur berat, buka Plurk langsung tertarik sama tretnya Mbak Rus, gegara apal betul sama apa yang ditulis. Sialnya lagi, beberapa hari sebelumnya, Mbak Rus menulis tret dengan lagu yang isinya sama persis dengan kondisi saya beberapa waktu lalu. Yaa intinya, lagu-lagu pengharapan, sih. Salah satunya lagu milik India.Arie yang mulai saya kenal saat kelas 2 SMP--sepuluh tahun lalu--yang berjudul Can I Walk With You. Coba cek liriknya, siapa tahu merasakan hal yang sama--sama-sama merasa mengharap tapi nggak mungkin lagi :p.I woke up this morning you
were the first thing on my mind
I don't know were it came from
all I know is I need you in my
life, yeahYou make me feel like I can be a
better woman
If you just say you wanna take
this friendship to another place[Chorus:]
Can I walk with you through
your life
Can I lay with you as…