Skip to main content

Batok Berserak di Pantai Jerangkung

Batok
Tersebutlah satu pantai Jerangkung. Letaknya di selatan Kabupaten Malang. Tepat bersisian dengan belasan pantai lain di Sumbermanjing Wetan. Tidak ada yang berbeda dengan belasan pantai lain di sisi-sisinya. Hanya, Pantai Jerangkung jauh lebih kotor.

Berserak
Ada satu alasan yang cukup melatarbelakangi mengapa Jerangkung sangat kotor. Satu penduduk asli sekaligus tokoh setempat sempat berujar, penamaan Jerangkung berasal dari kondisi pantai. Kotor karena banyaknya batok kelapa berserak. Mirip kepala jelangkung. Begitu saja alasannya.

Bukan hanya kotor, Pantai Jerangkung juga tandus. Sedikit pepohonan bisa menjadi teman berteduh. Tak ada warung kopi. Hanya selayang pandang hamparan pasir, riuh ombak bergemuruh, berderak menabrak karang, dan kotoran batok. Kompilasi yang mungkin saja tepat.

Terabai
Itulah kenyataannya. Pantai Jerangkung dan pasir tak seluruhnya putih. Ombaknya culas. Panas.
 
Tapi berjalan bukan lagi soal itu semua. Tergantung bagaimana subyek melakukan penetrasi terhadap obyek. Membuatnya berkesan atau justru menyedihkan.

Ganas
Siapapun, bisa datang ke Pantai Jerangkung. Jaraknya lebih dari 80 kilometer dari pusat kota Malang. Atau sekitar 2-2,5 jam perjalanan dengan menggunakan motor berkecepatan sedang. Hanya 5.000 rupiah perkepala untuk melihat langsung bagaimaa batok kelapa, ranting pohon, bertebar di pasir pantai.

People said, it's not a destination but journey

Comments

Popular posts from this blog

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Menginap di Bandara Changi Singapura

Sebagai bandara terbaik selama tiga tahun berturut-turut, Bandara Changi di Singapura bisa banget masuk list buat tempat menginap. Karena hal itulah saya memutuskan untuk membeli tiket pesawat murah CGK-SIN dengan jadwal penerbangan jam 21.30 dan sampai Changi 00.30 pagi. Artinya, saya bisa menginap di Changi sebelum jalan-jalan iseng dan nggak penting di Singapura esok pagi.

Penerbangan ke Singapura bagi saya adalah penerbangan paling melelahkan. Soalnya, jam 15 sore saya harus menyudahi pekerjaan, pulang ke rumah buat mandi, ngebut buat ngejar pesawat ke Jakarta jam 17.25 (jalanan macet gila!), lanjut pindah terminal, dan baru bisa buka puasa pukul 20.30 setelah nemu tempat selonjor. Apa kabar naskah kerjaan? Kerjaan baru bisa saya selesaikan pas sudah landing di Singapura, dapat wifi dan colokan listrik, dengan perasaan kacau dan pegel ngos-ngosan :))).

Urusan penerbangan di Singapura sebenarnya bikin was-was. Soalnya, imigrasi negara singa ini sering banget random check wisatawa…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…