Saturday, February 6, 2016

Kodingareng Keke: Pantai Cantik di Pusat Kota Makassar



Dermaga Kodingareng Keke 
My trip, My adventure!
 
Siapa tidak tahu jargon program televisi yang jadwal siarnya hampir memenuhi jumlah hari di setiap minggunya? Program yang menayangkan keelokan alam Indonesia. Otomatis program yang menjadikan candu bagi anak muda kekinian. Termasuk saya. 

Salah satu episode yang pernah saya lihat (meski tak sampai habis) adalah saat David John Schapp pergi ke Pulau Kodingareng Keke, Makassar. Saat itu, dia bilang kalau pulau cantik berpasir halus nan putih dengan air laut bening berada di dekat kota Makassar. Hanya ditempuh dalam jarak dua puluh menit menggunakan kapal nelayan. Saya pun tergiur dan penasaran untuk membuktikan kecantikan pulau di barat Makassar itu.

Foto pakai properti balon bayar 50 ribu rupiah. PENTING! 

Dari Dermaga Kayu Bangkoa, banyak sekali nelayan yang menawarkan jasa sewa kapal. Harganya bervariasi tergantung kelihaian pengunjung untuk menawar. Saat saya ke sana, saya mendapatkan harga kapal 500 ribu rupiah untuk pergi ke Pulau Kodingareng Keke dan Samalona. Standar dan nggak ada harga lain di bawah itu (harga per 31 Januari 2016)

Dari dermaga itu, saya sempat pesimis dengan keelokan yang dikatakan di acara televisi tadi. Air laut di sekitar perairan Makassar butek kecoklatan enggak ada bagus-bagusnya. Beda jauh sama Bulukumba (ya iyalah!). Persis yang dikatakan Pak Aksan, sopir elf kami. Katanya, Kodingareng Keke nggak sebagus Bulukumba. Tapi, show must go on. 

Main-main di pantai panas, Nyaaah... (taken by Icha) 

Dua puluh menit berlalu, ombak cukup kencang dan air laut masih kecoklatan. Lalu, menginjak pada menit hampir ke tiga puluh, pelan-pelan, air laut berubah warna menjadi kebiruan. Bukan, kami tidak sampai di Kodingareng Keke, melainkan Samalona untuk menyewa peralatan snorkling. Harganya 25 ribu rupiah. Sebab, Kodingareng Keke adalah pulau tak berpenghuni. Jadi, kalau mau snorkling atau ganti baju, rutenya ke Samalona dulu baru ke Kodingareng Keke dan balik lagi ke Samalona. Gitu.

Dua puluh menit dari Samalona, kami sampai di Kodingareng Keke. Betul juga, pemandangannya bagus. Air lautnya bening kehijauan dan buanyak bulu babinya. Ngeri-ngeri sedap kalau berenang di situ. Saat menginjakkan kaki, pikiran saya hanya satu, “seriusan kayak begini pulaunya?” 

Kenapa saya mikir begitu? Karena, sejak diekpos, pulau ini jadi jorok. Sampah dimana-mana dan air kencing yang diisikan di dalam botol tergeletak semena-mena. Duh.

Sampah laut dan dari luar bercampur 

Saran, pilih sisi pulau lain yang lebih aman dan bersih dari bulu babi, meski masih jorok karena ada sampah. Di sisi tadi juga ombaknya lebih kenceng dibandingkan sisi saat kapal berlabuh. Perairan di Kodingareng Keke cukup dangkal dan banyak pecahan karang di tepian. 

Panas, Mameeen!  

Kata Fatma, Kodingareng Keke dulunya nggak sekotor sekarang. Tapi karena sudah diekspos besar-besaran, maka dampaknya jadi ada kotoran dimana-mana. Pas saya ke sana, beberapa anak muda foto-foto sambil teriak, "My trip, my adventure!" Eaaa abis.

Team

Ciri khas di perairan dangkal, ada bintang laut dan ikan yang menyerupai pasir pantai berwarna putih. Snorkling bisa banget, tapi nggak kelihatan apa-apa dong. Pasirnya ke permukaan semua. Karena di Kodingareng Keke nggak ada penghuni, jadi lebih baik bawa bekal dan bawa pulang sampahnya. Asli, sayang banget kecantikan birunya air laut dan halusnya pasir putih harus dirusak dengan tangan tak bertanggung jawab.

Nemu aja yang beginian (taken by Icha)

Ikan apa namanya hayo? 
  
Di perairan sekitar Makassar ini banyak banget pulau. Ada Pulau Kahyangan, Pulau Lae-Lae, dan banyak lagi. Pintar-pintar menawar saja kalau mau keliling. Pulau-pulau tadi rekomen kalau mau ke Makassar tapi nggak punya banyak waktu buat eksplor. Soalnya, kalau ke Toraja dan Bulukumba kejauhan. Jadi, selamat berlibur!

Menunggu kakanda yang nggak kunjung datang

Thursday, February 4, 2016

Itinerary Lengkap dan Murah ke Makassar


Makassar di anjungan Pantai Losari

Tanggal 28-31 Januari kemarin, saya dan sembilan teman ngetrip ke Makassar. Berbekal satu juta rupiah, kami bisa berkeliling Sulawesi Selatan dengan itinerary yang lumayan bikin ngos-ngosan di jalan. Jaraknya berjauhan, euy! Berikut itinerary dan rincian biaya yang sukses bikin pak sopir nan budiman tepar, hehe.

Day 1:
10.05-11.00 Masih nggelibet di Bandara Hasanuddin (sewa elf 6 juta @600 ribu)
11.00-12.00 Otw buat makan Coto Makassar Dili, Maros (perporsi 20 ribu)
12.00-12.30 Otw Bantimurung
13.00-15.00 Keliling Bantimurung (tiket masuk @25 ribu, kalau masuk museum plus 5 ribu)
15.00-15.30 Otw ke Rammang-rammang, Maros
15.30-17.00 Keliling Rammang-rammang (perahu 250 ribu @25 ribu tiket masuk @2500)
17.00-01.30 Perjalanan Tana Toraja, mampir makan Sop Sodara (@20 ribu)
01.30-06.00 Istirahat di Rantepao (nebeng di rumah tantenya Fatma)

Day 2:
06.00-08.00 Bebersih dan sarapan dangkot
08.00-08.30 Otw Gunung Singki’ Toraja Utara
08.30-09.00 Keliling Gunung Singki’ Toraja Utara (no entrance)
09.00-09.30 Otw Rumah Tongkonan, Desa Sa’dan, Malimbong
09.00-11.00 Rumah Tongkonan, Desa Sa’dan, Malimbong (tiket @6 ribu)
11.00-13.00 Pertokoan Toraja Utara (foya-foya sambil nunggu Jumatan kelar)
13.00-13.30 Otw Ke’te Kesu
13.30-15.00 Keliling Ke’te Kesu (tiket masuk @10 ribu)
15.00-15.30 Balik ke Rantepao beberes buat ke Bulukumba via Makassar (bayangin rutenya!)
15.30-16.30 Makan siang
16.30-18.00 Perjalanan ke Gunung Nona di Enrekang
18.00-19.00 Nongkrong ketjeh di Gunung Nona (ngelemesin persendian sambil ngeteh, no entrance)
19.00-23.00 Otw Makassar mampir makan duren di tepi pantai (1 ikat isi 3 buah 25 ribu)
23.00-00.30 Otw Makassar
 
Team!
 
Day 3
00.30-02.30 Tidur di SPBU, sopirnya tepar karena flu dan pegel *sungkem ke Pak Aksan*
02.30-05.00 Otw Makassar mampir buat subuhan sambil ngoceh punggung remuk :))
05.00-09.00 Otw Makassar ke Bulukumba via Janeponto
09.00-09.30 Mampir ke pembuatan kapal phinisi (no entrance)
09.30-10.30 Sarapan di Warung Solo mampir ke Islamic Centre Dato’ Tiro, Bulukumba
10.30-12.00 Pantai Apparalang, Bulukumba (@3 ribu)
12.00-12.30 Otw Tanjung Bira, Bulukumba
12.30-18.30 Tanjung Bira dan Penyu (@15 ribu, kapal 400 ribu @40 ribu incl.snorkling, penyu @10 ribu)
18.30-23.00 Otw Makassar mampir makan malam (antara @6-10 ribu)
23.00-01.30 Otw Makassar
01.30-06.00 Istirahat di Makassar (nebeng di rumah kakaknya Fatma)

Day 4:
06.00-09.00 Bebersih
09.00-10.30 Otw dan sarapan Nasi Kuning di sunmor Losari (@15 ribu)
10.30-14.00 Pulau Samalona dan Kodingareng Keke (kapal 500 ribu @50 ribu) snorkel (@25 ribu)
14.30-16.00 Otw makan Mie Titi (@22 ribu)
16.00-17.00 Benteng Rotterdam (seikhlasnya 5000 buat bersepuluh)
17.00-18.00 Masjid Apung, Pantai Losari, dan makan Pisang Epe-Sarabba (@20 ribu)
18.00-18.30 Perjalanan Bandara Hasanuddin
Total biaya yang dikeluarkan di atas (943.500 rupiah) ditambah pengeluaran air mineral dan cemilan (34.500 rupiah). Sisa 22.000 rupiah.

Bareng Pak Aksan, sopir yang luar biasa tahan ngantuk :))

Melihat itinerarynya memang kacau. Saya sengaja memampatkan waktu dengan habis di jalan demi tahu Tana Toraja dan Bulukumba. Idealnya, main-main ke Makassar dengan rute seperti saya bisa dinikmati selama lima hari. Jadi, nggak terlalu capek di jalan. Kasihan Pak Aksan, sopir kami, juga, sih. Matanya sampai merah gegara kurang tidur. Sempat saya mengusulkan untuk ada sopir alternatif, tapi ditolak sama Pak Jupri, pemilik Berdikari Rent Car. Oh iya, harga sewa elf selama empat hari senilai 6 juta itu termasuk worth it ya, mengingat jalur yang kami tempuh memang nggak manusiawi, hehe.

Selama di Tanjung Bira dan Samalona-Kodingareng Keke, pintar-pintarlah menawar kapal. Saya dapat harga speed boat 400 ribu di Bira sudah termasuk sepuluh alat snorkle dan life vest. ini paling murah. Lalu, di Kodingareng Keke dan Samalona, kapal seharga 500 ribu rupiah dianggap wajar dan murah oleh teman asal Makassar. Sebab, biasanya untuk ke Kodingareng Keke saja kena 350 ribu rupiah. Harga pertanggal 29 dan 31 Januari 2016 dengan harga solar 5.650 rupiah perliter.

Kontak sewa elf: Pak Jupri Berdikari Car Rent (0812-4234-057)

Kontak sewa kapal Bira: Pak Tatri (0852-9972-8534)