Skip to main content

Kafe Baperz: Tempat buat Menyepi di Surabaya



Lagi suntuk? Sibuk? Bete? Atau butuh tempat menyepi yang sepi, murah, dan enak? Saya ada rekomendasi tempat yang bisa banget kalian coba. Ceritanya begini.

Beberapa waktu lalu saya tidak sengaja menemukan tempat asik yang sepi ini. Tempat itu saya temukan ketika saya sedang menyusuri jalanan Surabaya pelan-pelan sambil tengok kanan kiri di tengah jam kerja. Saya sengaja melewati jalan Bratang-Ngagel karena memang sedang ingin berputar-putar di daerah yang dikenal dengan Kampung Bebek itu.



Di perlintasan kereta api setelah SPBU Ngagel, saya melihat sebuah kafe yang super sepi dengan dekorasi menarik. Kala itu saya hanya membatin sewaktu-waktu pasti mau mampir ke situ dengan pertimbangan; tempat sepi kemungkinan besar jajanannya murah, nggak berisik, dan wifinya kenceng semena-mena.

Percaya atau enggak, semua tebakan saya benar!

Saat benar-benar butuh tempat menyepi untuk mengerjakan tugas akhir, saya langsung terpikir untuk mampir ke tempat ini. Bayangkan, saat saya mampir, di malam minggu yang jalanannya nggak manusiawi itu, kafe ini sepi! I'm the only one of being theirs.



Saya langsung ngakak girang dalam hati. Ngerasa nggak salah pilih.

Lantas makin bahagia begitu lihat menu dan harganya bersahabat di kantong saya. Juga koneksi wifi yang superkenceng.

Allah memang Mahabaik. Tahu keinginan hamba-Nya yang sedang berduka penuh nestapa, hahaha.



Oh ya, namanya Kafe Baperz (iya, namanya enggak banget yaa :ppp) di Jl Ngagel Rejo Kidul depan Masjid Roudhotul Falah. Menu yang ditawarkan dari 4ribu rupiah sampai di bawah 20ribu. Tempatnya homey, cozy, dan sepi abis.



Saat saya ke sana, saya memesan Spaghetti, French Fries, Es (yang saya lupa namanya. Pokoknya isinya jelly, agar, dan es krim), dan sebotol air mineral. Kenyang? Alhamdulillah. Total saya habis 39ribu rupiah saja.

Dengan harga segitu, bisa bangetlah buat traktiran di sini. Hemat, Beb! :))

Comments

Popular posts from this blog

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Menginap di Bandara Changi Singapura

Sebagai bandara terbaik selama tiga tahun berturut-turut, Bandara Changi di Singapura bisa banget masuk list buat tempat menginap. Karena hal itulah saya memutuskan untuk membeli tiket pesawat murah CGK-SIN dengan jadwal penerbangan jam 21.30 dan sampai Changi 00.30 pagi. Artinya, saya bisa menginap di Changi sebelum jalan-jalan iseng dan nggak penting di Singapura esok pagi.

Penerbangan ke Singapura bagi saya adalah penerbangan paling melelahkan. Soalnya, jam 15 sore saya harus menyudahi pekerjaan, pulang ke rumah buat mandi, ngebut buat ngejar pesawat ke Jakarta jam 17.25 (jalanan macet gila!), lanjut pindah terminal, dan baru bisa buka puasa pukul 20.30 setelah nemu tempat selonjor. Apa kabar naskah kerjaan? Kerjaan baru bisa saya selesaikan pas sudah landing di Singapura, dapat wifi dan colokan listrik, dengan perasaan kacau dan pegel ngos-ngosan :))).

Urusan penerbangan di Singapura sebenarnya bikin was-was. Soalnya, imigrasi negara singa ini sering banget random check wisatawa…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…