Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2016

Apa Kabar, Jakarta?

Apa kabar, Jakarta?
Aku berharap kamu masih selalu baik
Sama seperti sepuluh tahun lalu
Saat aku kali pertama mengenalmu
Tentang perkenalan yang tiba-tiba

Pagi itu, ayahku menontonmu dari sekotak benda magis
Yang orang menyebutnya televisi
Pagi itu, ibuku memotong berita yang tersiar
Tentang kamu, Jakarta

Ibuku bilang, "Jakarta seperti apa, sih, Yah?"
Ayahku menjawab, "Mau diajak pergi ke Jakarta?"
Aku yang sedang menyapu lantai tertawa mendengarnya
Mau apa memangnya ke Jakarta?

"Ayah serius. Kalau mau, nanti malam kita naik kereta biar besok pagi dijemput Mas,"

Begitulah awalnya aku mengenalmu
Begitu tiba-tiba, bukan?
Begitulah ayahku yang memang kalau kurang kerjaan suka mencari cara agar tampak sibuk

Sepuluh tahun lalu aku mengenalmu, Jakarta
Kota yang disebut sebagai Ibu Kota negaraku
Yang disebut sebagai kota sumpek dan ruwet dengan tata kota berantakan
Ayolah, siapa yang tidak mengenalmu?
Kota yang dianggap sebagai kota penghidupan bagi sebagian…

Mencoba Merasakan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta

Tanggal 9 Agustus lalu Terminal 3 Ultimate Soekarno Hatta resmi dibuka untuk umum. Saya, sebagai warga asli Surabaya, nggak begitu tertarik dengan info tersebut. Alasannya simpel, karena saya nggak tertarik sama Jakarta, hehe. Apalagi, sebulan berikutnya hujan lebat yang mengguyur Jakarta mengakibatkan bandara itu banjir. Sounds weird, how come?



Tapi, awal bulan ini, ternyata saya ditugaskan untuk pergi ke Jakarta selama empat hari. Ternyata juga, pesawat yang saya gunakan adalah pesawat domestik satu-satunya (sementara ini) yang bisa parkir di sana, Garuda Indonesia.



Maka, tertegunlah saya ketika landing dan mendapati bandara ini superbesar dibandingkan bandara lain yang ada di Indonesia--yang pernah saya singgahi.



Meski tulisan under construction masih ada dimana-mana, saya yakin banget, Terminal 3 Ultimate Soekarno Hatta ini bakalan bagus banget kalau udah jadi nanti. Saya jadi ingat apa kabar Terminal 3 (nggak pakai Ultimate) Soekarno Hatta yangmenurut sayajuga cukup megah itu? …

Rainy Season: Love Letter

It's a rainy season. When I smelt petrichor deeper. Like I used to. When I only knew these raindrop, petrichor, and I were playing around in a wet land. I flew away just like an angel brought a fairy's stick. Made a circle by myself freely. Sang a song.

Yes, it's a rainy season. When I felt like butterflies flew and tickled around this tummy. It was like when I wrote and sent you a love letter, to be honest, it came from the deepest of my heart, out of logic. And sometimes, I couldn't stop wondering, what if I can stop the earth circling? What if I can stop my heart beating? Only when I miss you badly.

But the thing is, deep down inside, I remembered you, a boy who knocked my door and kept his smiling on at this season, more than decade a go.

And sure, it's a rainy season and I wrote a love letter sent you through the air.

Mengintip Serunya Pameran Buku Big Bad Wolf 2016

"Bin..."

Saya menarik napas dalam-dalam begitu memasuki hall JX International Expo siang tadi. Betapa tidak? Ribuan (atau mungkin ratusan ribu?) judul buku tersusun rapi di hadapan saya. Anjir... saya mengutuk diri sendiri saking terpesonanya dengan tumpukan buku di depan mata.

Gila, ini buku beneran semua. Lutut lemas memastikan kalau saya tidak berada di alam mimpi.



Yep, ini adalah pengalaman pertama saya masuk ke pameran buku Big Bad Wolf yang memang baru kali pertama diadakan di Surabaya. Biasanya, saya ke pameran buku tahunan yang biasa-biasa saja. Nggak seekstrem begini buku-bukunya. Respon saya juga nggak seheboh siang tadi pas curi-curi waktu buat mampir ke pameran.

Saya terpesona, Ya Tuhan... Alay banget, kan?

Jadi, di pameran BBW2016 ini buanyaaak banget buku internasional dan lokal yang dijual dengan harga supermiring. Saya aja nyaris kalap buat belanja. Tapi, karena saya diburu waktu buat kerjaan berikutnya, jadinya yaa cuma sekilas lalu lihat sana-sini.



Di B…