Skip to main content

Tergoda Kelezatan Sup Ikan Mak Beng di Bali



Bertandang ke Bali nggak ada salahnya kalau kalian mampir mencicipi kelezatan sup ikan. Bukan sup ikan biasa karena sup ikan yang satu ini enaknya semena-mena. Sumpah!

Tepatnya di sisi ujung Jalan Hang Tuah no.45 Pantai Sanur, Bali, ada Warung Mak Beng yang amat tersohor dengan lezatnya masakan yang disajikan. Menunya cuma dua biji; Sup Ikan dan Ikan Goreng. Tapi rasanyaaaaaaa........... Asli, wenaaaak!

Nggak percaya? Cobain aja.



Kali pertama saya mencicipi sup ikan Mak Beng saat baru lepas sauh mendarat di Sanur. Bau masakan yang sedap di hidung membuat saya dan ketiga teman langsung berbelok arah masuk warung.

Bangunannya sederhana tapi nggak pernah sepi. Bahkan mau makan aja kudu antre saking ramainya pengunjung. Nggak salah kalau kami memilih antre sambil berdiri nungguin pengunjung lain kelar makan. Di sini, banyak artis yang sudah sering mampir di tempat ini dibuktikan dengan banyaknya foto-foto yang dipajang. Tenar...



Kami memesan dua porsi ikan plus dua nasi. Perporsi berisi ikan goreng dan sup ikan. Saya memilih sup ikan karena memang penasaran dengan rasanya. Sementara ikan goreng, saya pikir dimana-mana sama rasanya, kecuali kalau ikannya dipoles bumbu, pasti beda lagi rasanya.

Ternyata pesanan saya nggak meleset. Rasa sup ikannya Ya Allaaaah, nendang banget. Sekali "sruppp" saya terbatuk-batuk karena kuahnya pedas dan gurih. Seketika saya bahagia luar biasa merdeka tiada tara. Kuah gurih, daging lembut, ada irisan mentimun segarnya, sedap. Bayangpun tiga hari di Nusa Penida kami bingung cari makan karena khawatir mengandung Babi. Nah, ini begitu sampai Bali langsung dapat makanan mengandung MSG yang menyehatkan pikiran. Bahagia! :)))).



Kalau soal ikan goreng, rasanya biasa aja. Sambal yang jadi highlight buat saya biasa aja. Pedas iya, tapi terlalu asin.



Warung Mak Beng buka mulai pukul 8 pagi sampai 10 malem. Makanya tempo hari habis sunrisean di Sanur, saya gagal makan di situ gegara buru-buru main ke Nusa Dua.

Soal rasa, sup ikan Mak Beng emang juara. Soal harga? Nggak usah bingung. Perporsi cuma 45 ribu rupiah. Isi perporsi nasi, ikan goreng, dan sup ikan. Kalau makan berdua dengan teman cukup pesan satu porsi lauk plus satu nasi. Hemat, Beb! :)))

Jadi, tertarik nggak buat wisata kuliner di Warung Mak Beng?

Comments

Popular posts from this blog

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Menginap di Bandara Changi Singapura

Sebagai bandara terbaik selama tiga tahun berturut-turut, Bandara Changi di Singapura bisa banget masuk list buat tempat menginap. Karena hal itulah saya memutuskan untuk membeli tiket pesawat murah CGK-SIN dengan jadwal penerbangan jam 21.30 dan sampai Changi 00.30 pagi. Artinya, saya bisa menginap di Changi sebelum jalan-jalan iseng dan nggak penting di Singapura esok pagi.

Penerbangan ke Singapura bagi saya adalah penerbangan paling melelahkan. Soalnya, jam 15 sore saya harus menyudahi pekerjaan, pulang ke rumah buat mandi, ngebut buat ngejar pesawat ke Jakarta jam 17.25 (jalanan macet gila!), lanjut pindah terminal, dan baru bisa buka puasa pukul 20.30 setelah nemu tempat selonjor. Apa kabar naskah kerjaan? Kerjaan baru bisa saya selesaikan pas sudah landing di Singapura, dapat wifi dan colokan listrik, dengan perasaan kacau dan pegel ngos-ngosan :))).

Urusan penerbangan di Singapura sebenarnya bikin was-was. Soalnya, imigrasi negara singa ini sering banget random check wisatawa…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…