Skip to main content

Mengintip Angel Berendam di Angel’s Billabong

 Angel's Billabong

Bali nggak cuma soal Pantai Kuta, Uluwatu, dan kawan-kawannya. Beberapa tahun terakhir, Nusa Penida menjadi opsi liburan kala bertandang ke Pulau Dewata. Menggantikan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan yang populer lebih dulu.

Sejatinya, Nusa Penida adalah pulau tersendiri dan terbesar di luar utama Pulau Bali. Untuk menempuhnya dibutuhkan waktu sekira 45-60 menit dari Pantai Sanur menggunakan kapal cepat seharga 80 ribu rupiah. Sementara jika mau berhemat, bisa naik kapal ferry Roro dari Pelabuhan Padang Bai. Selain harga lebih murah, kelebihan menggunakan kapal Roro, kalian bisa membawa motor untuk digunakan berkeliling selama di Nusa Penida. Cuma waktunya lebih lama. The choice is yours.

Turun ke Angel's Billabong
 
Ada banyak ragam pilihan wisata di Nusa Penida. Salah satunya adalah Angel’s Billabong yang berada di sebelah barat Nusa Penida. Angel’s Billabong ini satu lokasi dengan Pasih Uug (Broken Beach). Tepatnya di Desa Sakti, Klungkung, yang bisa ditempuh sekira satu jam perjalanan motor dari Desa Muslim Toyapakeh.

Angels di Angel's Billabong
 
Nama Angel’s Billabong sendiri bukan orang kita yang menamakan. Tapi bule-bule yang menemukan tempat bagus ini. Kenapa namanya gitu? Karena, kalau kita main-main celup-celup ke sini serupa angel gitu *halah banget*. 

Basah-basahan
 
Berbeda dengan Pasih Uug--yang cuma bisa diliat dari atas bukit-- kalian bisa celup-celup manja di Angel’s Billabong. Karena tempatnya memungkinkan buat mandi. Serupa ceruk dangkal setinggi lutut yang berbatasan dengan laut. Tapi hati-hati kalau musim hujan atau musim ombak tinggi, bakalan ada warning buat mandi di sini. Sudah ada bule jadi korban. Bule ini nekat mandi pas ombak tinggi dan terseret sampai ke daerah selatan Bali. Sisa badan aja.

Angel's Billabong ramai 

Nggak ada tiket masuk buat jalan ke sini. Mungkin, dua tahun ke depan akan jadi komersil. Gimana nggak? Kalau daerah ini sekarang lagi dibangun villa menghadap laut. Pembangunannya pun resmi. Siap-siap aja, Nusa Penida jadi komersil, hehe.

Jadi, tertarik nggak buat main basah-basahan di Angel's Billabong yang eye catching buat dipamerin ke sosmed?

Celup-celup di Angel's Billabong

Comments

Popular posts from this blog

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Menginap di Bandara Changi Singapura

Sebagai bandara terbaik selama tiga tahun berturut-turut, Bandara Changi di Singapura bisa banget masuk list buat tempat menginap. Karena hal itulah saya memutuskan untuk membeli tiket pesawat murah CGK-SIN dengan jadwal penerbangan jam 21.30 dan sampai Changi 00.30 pagi. Artinya, saya bisa menginap di Changi sebelum jalan-jalan iseng dan nggak penting di Singapura esok pagi.

Penerbangan ke Singapura bagi saya adalah penerbangan paling melelahkan. Soalnya, jam 15 sore saya harus menyudahi pekerjaan, pulang ke rumah buat mandi, ngebut buat ngejar pesawat ke Jakarta jam 17.25 (jalanan macet gila!), lanjut pindah terminal, dan baru bisa buka puasa pukul 20.30 setelah nemu tempat selonjor. Apa kabar naskah kerjaan? Kerjaan baru bisa saya selesaikan pas sudah landing di Singapura, dapat wifi dan colokan listrik, dengan perasaan kacau dan pegel ngos-ngosan :))).

Urusan penerbangan di Singapura sebenarnya bikin was-was. Soalnya, imigrasi negara singa ini sering banget random check wisatawa…