Skip to main content

Pesona Pantai Apparalang Bulukumba yang Memanjakan Mata


Pantai Apparalang Bulukumba

Di ujung paling selatan Sulawesi Selatan, Kabupaten Bulukumba berada. Letaknya tidak sepelemparan batu dari Makassar. Butuh waktu sekira 5-6 jam perjalanan untuk sampai di Bulukumba. Wilayah paling ujung ini dikelilingi oleh pantai-pantai cantik nan menawan hati. Salah satunya adalah Pantai Apparalang.

Apparalang cliff

Pantai Apparalang terletak tak jauh dari Pantai yang amat tenar di Bulukumba, yaitu Tanjung Bira. Sekira 20 menit saja waktu tempuhnya dari Tanjung Bira. Memang, Pantai Apparalang tidak sepopuler Tanjung Bira. Pantai ini pun baru dibuka pada 2014 lalu atas inisiatif warga Desa Ara, Bontobahari, Bulukumba. Makanya, ramai di media sosial juga baru 2-3 tahun terakhir.

Mejeng. Credit to: Icha

Kecantikan Pantai Apparalang sangat berbeda dengan Tanjung Bira. Sebab, Pantai Apparalang dikelilingi bebatuan karang yang amat menjulang. Airnya bening biru kehijauan menenangkan siapa saja yang melihatnya. Pengunjung yang datang ke sini bisa banget snorkling jika air laut sedang jinak. Sebab, pernah ada  pengunjung yang berenang di saat ombak tinggi. Bagaimanapun, Pantai Apparalang masih masuk pantai selatan. Kadang diam, kadang ganas.

Bening!

Cuaca di pantai Apparalang ini puanasnya masyaallah. Jadi saya sarankan kalian membawa topi, memakai sunblock, dan pakaian lengan panjang yaa. Jangan kayak saya, pakai pakaian lengan panjang tapi nggak pakai sunblock. Gosong di wajah! :)))

Fasilitas di Pantai Apparalang cukup lengkap. Tempat parkir, toilet, dan penjual makanan. Ada juga yang menawarkan snorkel buat kalian yang memang ngebet main air. Tiket masuk yang dipatok juga nggak mahal amat kok. Cuma 3 ribu rupiah perorang. Murah meriah.

Jernih! Credit to: Ciprut

Selain menggunakan kendaraan pribadi, kalian bisa menggunakan angkot (serupa elf) untuk mencapai Pantai Apparalang dari Makassar. Tapi, angkot hanya stand by maksimal pukul 3 sore. Jalanan menuju dan dari Bulukumba via Janeponto dikabarkan rawan begal. Jadi, amat disarankan menggunakan kendaraan pribadi dan maksimal melewati Janeponto pukul 7 malam.

Ciprut

Ngeliat cantiknya Pantai Apparalang gitu, tertarik nggak buat mampir? Saya, sih, masih amat pengen balik ke sana lagi. Yang nyantai, yang nggak diburu-buru waktu, dan yang nggak bikin pinggang remuk gegara perjalanan empat hari duduk di elf! :)))

Comments

Popular posts from this blog

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…

Pengalaman Menginap di Bandara Changi Singapura

Sebagai bandara terbaik selama tiga tahun berturut-turut, Bandara Changi di Singapura bisa banget masuk list buat tempat menginap. Karena hal itulah saya memutuskan untuk membeli tiket pesawat murah CGK-SIN dengan jadwal penerbangan jam 21.30 dan sampai Changi 00.30 pagi. Artinya, saya bisa menginap di Changi sebelum jalan-jalan iseng dan nggak penting di Singapura esok pagi.

Penerbangan ke Singapura bagi saya adalah penerbangan paling melelahkan. Soalnya, jam 15 sore saya harus menyudahi pekerjaan, pulang ke rumah buat mandi, ngebut buat ngejar pesawat ke Jakarta jam 17.25 (jalanan macet gila!), lanjut pindah terminal, dan baru bisa buka puasa pukul 20.30 setelah nemu tempat selonjor. Apa kabar naskah kerjaan? Kerjaan baru bisa saya selesaikan pas sudah landing di Singapura, dapat wifi dan colokan listrik, dengan perasaan kacau dan pegel ngos-ngosan :))).

Urusan penerbangan di Singapura sebenarnya bikin was-was. Soalnya, imigrasi negara singa ini sering banget random check wisatawa…