Skip to main content

Berburu Jajanan Murah di Bugis Street



Singapura nggak melulu identik dengan jajanan atau oleh-oleh mahal. Soalnya, ada beberapa pusat perdagangan yang merupakan tempat jual beli jajanan dan oleh-oleh dengan harga murah meriah. Ada Bugis Street, Mustafa Centre di Little India, atau di China Town. Yang dijual ya 11-12, cuma tempatnya nggak berdekatan. Harganya pun 11-12 nggak persis sama.

Nah, karena saya cuma efektif jalan-jalan di Singapura selama enam jam, maka pilihan saya jatuh pada Bugis Street dengan pertimbangan lebih dekat dari Gardens by the Bay yang kalau naik MRT nggak memakan waktu lama. Pertimbangan kedua, karena dari ketiga pusat belanja tersebut, Bugis Street yang paling ramah di kantong backpacker gembel macam saya. The more saving, the more things you got *licik*



Dari MRT station Bayfront di dekat Gardens by the Bay kamu perlu naik MRT jalur biru turun ke Bugis. Nah, dari MRT Bugis kamu tinggal jalan kaki melewati Bugis Junction dan temukan Bugis Street. Akan ada plakat besar yang menunjukkan kamu sudah tiba di pusat perbelanjaan murah meriah.

Begitu tiba di ujung Bugis Street, aroma jajanan murah meriah akan tercium. Saya yang pemurah (penyuka barang murah) ini pun langsung jelalatan beli jus aneka warna. Dibanderol $1 pergelas (rate: $1 = IDR 9600).



Masuk sedikit, akan ada banyak barang murah yang dijual. Mulai cokelat (I do looove this!), pernik-pernik, kaos, baju, buah-buahan, sampai barang-barang remeh yang-saya-pikir-ngapain-dijual.

Kalau kalian jalan luruuuus terus, lalu belok kiri, ada toko ABC yang jual cokelat cuma $1 aja! Yaa Allaaah, ini surga banget. Banyak cokelat ukuran besar, tanggung, kecil aneka merek yang dijual cuma $1. Dijamin kalap! Tapi, karena saya bawa polisi, maka dibatasin belanja cuma $10 means 10 biji cokelat yang kalau dibawa udah berat banget.





Kalau mau beli oleh-oleh kaus atau gantungan kunci cukup murah di sini. Kaus bahan saringan tahu dijual $10 dapat empat buah. Kaus yang bagusan dikit sebiji dihargai $10. Kalau gantungan kunci $10 bisa dapat 24 buah. Sedangkan kalau magnet $10 dapat lima buah.

Nah, karena lapar, habis belanja, kami memutuskan untuk menuju bagian belakang pertokoan Bugis Street. Di situ jual makanan halal aja. Mulai Mee, Rujak, jajanan India, Arab, Indonesia, yang lumayan di lidah. Harganya mulai $3 saja.



Saya pesan Mee dan Rujak yang dimakan bareng-bareng. Rujaknya beda dengan di Indonesia, karena isinya ada tofu, sotong, udang, dan makanan olahan yang diiris pakai mentimun lalu dikasih bumbu kari buat dicelup-celup. Lebih enak rasanya dibandingkan Mee yang saya pesan.





Oh yaa, di pertokoan Muslim ini, semua penjual lelakinya akan menutup lapak begitu mendekati waktu salat Jumat. Suami dan saya yang sedang mengantre pun kena pernyataan, "Anda Muslim? Ini Jumat, saya harus ke Masjid."

Keren, kan?



Kalau menurut saya, Bugis Street rekomen buat jujukan belanja meski Mustafa dan Little India belum pernah saya datangi. Nanti, kalau ada kesempatan lagi, bolehlah dibandingkan hasilnya.

Comments

Popular posts from this blog

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Menginap di Bandara Changi Singapura

Sebagai bandara terbaik selama tiga tahun berturut-turut, Bandara Changi di Singapura bisa banget masuk list buat tempat menginap. Karena hal itulah saya memutuskan untuk membeli tiket pesawat murah CGK-SIN dengan jadwal penerbangan jam 21.30 dan sampai Changi 00.30 pagi. Artinya, saya bisa menginap di Changi sebelum jalan-jalan iseng dan nggak penting di Singapura esok pagi.

Penerbangan ke Singapura bagi saya adalah penerbangan paling melelahkan. Soalnya, jam 15 sore saya harus menyudahi pekerjaan, pulang ke rumah buat mandi, ngebut buat ngejar pesawat ke Jakarta jam 17.25 (jalanan macet gila!), lanjut pindah terminal, dan baru bisa buka puasa pukul 20.30 setelah nemu tempat selonjor. Apa kabar naskah kerjaan? Kerjaan baru bisa saya selesaikan pas sudah landing di Singapura, dapat wifi dan colokan listrik, dengan perasaan kacau dan pegel ngos-ngosan :))).

Urusan penerbangan di Singapura sebenarnya bikin was-was. Soalnya, imigrasi negara singa ini sering banget random check wisatawa…