Skip to main content

Terpikat Sunset di Pantai Lasiana Kupang


Almost disappear

Senja sudah hampir tenggelam. Kembali pada peraduannya ketika saya masih berkecimpung dengan Gmaps. Sementara motor melaju perlahan namun pasti. Saya masih mencari letak Pantai Lasiana yang konon merupakan tempat asyik untuk mengantar sunset pergi.

Letaknya sebenarnya tak begitu jauh dari penginapan yang ada di Oesapa Selatan. Namun menjadi sangat jauh ketika motor mengukur jalanan dari Pelabuhan Tenau. 15 kilometer. Lumayanlah untuk jalanan yang belum begitu dipahami.

Detak jam menunjuk ke angka 17.20 ketika motor tiba di gerbang Pantai Lasiana. Senja nyaris pergi. Tapi masih bisa dinikmati. Saya pun buru-buru turun dan bergegas memburu senja.

Tenggelam

Lasiana saat weekdays tak cukup ramai meski lokasinya sangat dekat dengan bandara dan keramaian. Lasiana sepi. Hanya ada beberapa anak muda yang bermain bola atau sekadar berswafoto dengan background matahari tenggelam.

Bagi saya, menunggu senja di Pantai Lasiana bisa menjadi pilihan tepat bagi siapa saja pecinta sunset. Pepohonan lontar di sekitar pantai sangat menarik diabadikan sebagai foreground foto. Kondisi ombak yang tenang membuat daya tarik senja di Lasiana menjadi lebih menenangkan.

Kedatangan yang sedikit terlambat membuat saya seketika sibuk mengatur rana kamera. Mencari angle pas yang bisa membawa pepohonan, sunset, mungkin juga siluet masuk dalam satu frame. Banyak gaya juga ya amatiran macam saya begini, wkwk.

Amatiran 

Tapi, menurut saya, sunset Lasiana cukup memikat meski kilat dinikmati. Tidak seperti di beberapa pantai yang pernah saya singgahi. Sunset di Lasiana cepat tenggelam seusai membulat dan menunjukkan rona jingga kemerahannya. Meninggalkan gelap dan sendu yang seketika menyergap.

Saya yakin, sebenarnya, Lasiana adalah pantai yang cantik untuk dinikmati kala pagi atau siang sekalipun. Pasirnya putih, ombaknya tenang, letaknya sangat mudah dijangkau. Perpaduan pas bagi pecinta pantai.

Bulat penuh

Tertarik untuk berkunjung ke Lasiana? Untuk datang ke Pantai Lasiana, kalian bisa menggunakan oto (angkot) dari depan bandara atau pun pusat kota Kupang. Biaya oto 3 ribu rupiah. Minta turun di Lasiana. Atau, kalian bisa sewa motor seharga 75 ribu rupiah perhari dan jalan menuju Kelapa Lima, Lasiana. Atau, kalau mau praktis, panggil aja abang tukang ojek. Tarifnya bervariasi bergantung jarak awal ya.

Harga tiket ke Lasiana hanya 5 ribu rupiah perorang. Fasilitas di Lasiana pun sudah sangat memadai. Toilet umum maupun kedai penjual makanan sudah ada. Makanya, kalau cuma punya waktu  satu-dua jam di Kupang, usahakan datang ke Lasiana. Setidaknya biar nggak cuma mampir aja :D.

Kapal

Comments

yang gambar foto bulat penuh keren itu mbak sunsetnya. sangat jelas paling suka dengan suasana sunset dan sunrise rasanya itu hmmm super dan bikin nendang hehehe. keren artikelnya
Wow.. Sunsetnya mantab djiwaa..
Lingkup main belum sampe Kupang sayangnya.. hoho
Atiqoh Hasan said…
Makasih mas @heri. Itu njepretnya cepet2an sama sunset yg cepet banget tenggelam, hehe
Atiqoh Hasan said…
@anggara mumpung masih muda, yg jauuuh sekalian mas :D

Popular posts from this blog

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Menginap di Bandara Changi Singapura

Sebagai bandara terbaik selama tiga tahun berturut-turut, Bandara Changi di Singapura bisa banget masuk list buat tempat menginap. Karena hal itulah saya memutuskan untuk membeli tiket pesawat murah CGK-SIN dengan jadwal penerbangan jam 21.30 dan sampai Changi 00.30 pagi. Artinya, saya bisa menginap di Changi sebelum jalan-jalan iseng dan nggak penting di Singapura esok pagi.

Penerbangan ke Singapura bagi saya adalah penerbangan paling melelahkan. Soalnya, jam 15 sore saya harus menyudahi pekerjaan, pulang ke rumah buat mandi, ngebut buat ngejar pesawat ke Jakarta jam 17.25 (jalanan macet gila!), lanjut pindah terminal, dan baru bisa buka puasa pukul 20.30 setelah nemu tempat selonjor. Apa kabar naskah kerjaan? Kerjaan baru bisa saya selesaikan pas sudah landing di Singapura, dapat wifi dan colokan listrik, dengan perasaan kacau dan pegel ngos-ngosan :))).

Urusan penerbangan di Singapura sebenarnya bikin was-was. Soalnya, imigrasi negara singa ini sering banget random check wisatawa…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…