Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2017

Bersantai Kala Weekend di Harris Hotel Malang

Ini kali kedua saya menginap di Harris Hotel Malang. Tahun lalu, saya juga menginap di sini tepat seusai sidang tesis dilakukan. Kebetulan, ada undangan dari instansi yang mengharuskan saya hadir di hari yang sama pascasidang. Ya, sekalian refreshing, kan?



Lalu, tahun ini, di saat saya butuh jalan-jalan ke luar kota, mendadak ada undangan dari instansi yang sama. Menginap di hotel yang sama. Dan, materi yang diberikan 11-12 dengan materi tahun lalu. Alhamdulillah, rezeki bayi yang lagi pengen sarapan di hotel, wkwk.



Harris Hotel Malang terletak tak jauh dari Terminal Arjosari. Tepatnya di Riverside alias di tepi sungai. Bukan di pusat kota Malang. Dari sisi jalan raya, bangunan Harris Hotel tak tampak. Sebab, setiap pengunjung harus melewati pepohonan teduh untuk masuk ke bangunan inti hotel. Ya, sekira 300 meter dari jalan raya gitu. Letaknya jadi seperti tersembunyi. Tapi nggak usah khawatir, ada shuttle car yang bisa digunakan jika pengunjung terpaksa harus berhenti di tepi jala…

Bertemu Jeremias Pah Maestro Sasando dari Rote

Rote terkenal dengan pohon lontar yang tumbuh berserak tanpa harus dibudidaya. Keberadaannya dimana-mana. Tak perlu jauh untuk mencari di mana lontar berada. Karena di mana kaki menapak, di situ lontar berdiri tegak.

Kedatangan saya ke Rote tentu punya misi khusus (((misi))). Salah satunya adalah menengok asal usul alat musik sasando berada. Sayangnya, Rote tinggallah nama. Tak ada musisi sasando di sana. Meski sasando masih diproduksi dalam jumlah sedikit. Lalu ke mana musisi sekaligus maestro sasando berada?



Tepatnya di Desa Belo, Kupang Tengah, ada seorang maestro sasando yang masih mempertahankan kebudayaan leluhur. Jeremias Pah, begitu namanya kerap disapa. Adalah seorang musisi sasando yang namanya banyak digaungkan karena kepiawaiannya dalam memetik alat musik sasando. Pria berusia 78 tahun itu adalah generasi kedua dari keluarganya yang biasa memainkan sasando untuk kerajaan. Ayahnya, Augost Pah, adalah pemain sasando yang mengajarkan permainan alat musik petik asli Rote it…