Wednesday, December 27, 2017

Batu Flower Garden: Tempat Berlibur Akhir Tahun Bersama Keluarga

Batu Flower Garden

Liburan akhir tahun biasa dilewatkan banyak orang dengan berlibur bersama keluarga. Begitu pula saya. Saya memilih untuk berlibur bersama keluarga ke... Batu. Ya gimana enggak? Dengan perut yang terus membuncit, mau nggak mau, liburan jarak pendek adalah pilihan paling tepat:)). Daripada nggak liburan, kan? Mumpung saudara-saudara saya sedang kumpul semua.
Apel growak

Tujuan ke Batu sudah direncanakan sejak beberapa waktu lalu. Tapi tujuannya jelas random. Karena pilihan destinasi wisata di Batu sangat banyak. Makanya, kami nggak khawatir bakal kebingungan untuk menentukan tujuan wisata.

Rumah Hobbit

Tujuan wisata akhirnya jatuh pada Batu Flower Garden. Sebenarnya ini adalah tempat wisata yang nggak bisa dikatakan baru atau lawas. Sebab, letaknya satu lokasi dengan Coban Rais, tempat untuk camping ground. Coban Rais sendiri sudah dikenal sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Sedangkan Batu Flower Garden baru dibangun setahun terakhir.

Mau selfie? Bayarnya segini

Jarak Batu Flower Garden dari parkiran mobil atau motor cukup dekat cuma sekira 1 kilometer saja. Tapi jasa ojeknya buanyaaak buanget. Apalagi saat momen liburan. Kalau saya dan keluarga, sih, memilih buat jalan kaki. Selain hemat juga sehat. Kesan capek dan panas juga nggak bakal terasa soalnya cuaca dan semilir angin bikin jalan kaki terasa santai banget.

Eksis brooo!

Well, Batu Flower Garden. Kalau dari namanya, sepintas yang terpikirkan adalah kebun bunga yang luasss banget. Tapi ternyata, di tempat ini justru didominasi oleh spot khusus untuk berswafoto kekinian. Dan, jangan harap gratis. Untuk sekadar foto di satu spot dikenakan biaya yang lumayan. Mulai 10-50 ribu rupiah. Difoto enam kali dan hanya dua foto yang bisa ditransfer ke hape kita.

I Love You! 

Spotnya memang menarik, sih. Ada yang seolah terbang sambil mengendarai sepeda, tiduran santai di hammock yang seolah-olah ada di angkasa, terbang menggunakan properti mirip pesawat, naik ayunan di udara, bahkan sampai yang remeh seperti foto di tempat dengan tulisan I Love U. Semuanya bayar dan antre. Demi eksistensi, BRO!

Sepeda udara

Awalnya, kedua adek saya tertarik untuk berswafoto di spot-spot kekinian tadi. Tapi melihat antreannya yang enggak manusiawi, mereka jadi urung. Yaa, logikanya kalau mau sekadar eksis di sosmed tapi kudu antre kayak gitu males juga. Saya, sih, sedari awal nggak tertarik sama sekali. Soalnya pasti fotonya sama kayak orang se-Indonesia. Kan, nggak seru :p.

Cafe Machete

Akhirnya, sepanjang jalan kami cuma ngobrol dan berhenti di Cafe Machete. Kafe ini dikonsep asik buat menikmati pemandangan dan sekadar melepaskan lelah. Menu yang disajikan ada makanan berat dan ringan. Harganya nggak mahal juga, masih cukup reasonable lah untuk ukuran tempat wisata.

Bisa foto-foto juga di sini

Nggak cuman kafe, di sini juga ada spot foto yang dihadirkan. Modelnya kayak semacam paketan gitu. Bayar 10 ribu bisa latihan menembak plus bebas foto-foto di spot yang ada. Saya dan keluarga teteuplah nggak nyicipin bagian ini. Udah cukup duduk-duduk sambil leha-leha minum jus buah.

Leha-leha aja di sini udah enak

Melihat ramainya tempat ini saat musim liburan, saya merekomendasikan kalian untuk datang saat weekday saja. Beneran, deh, kalau datang pas musim liburan akhir tahun plus pas weekend, yang namanya liburan jadi nggak berasa santai. Tapi malah sumpek soalnya pengunjungnya kayak dawet:)).

Alhamdulillah formasi lengkap

Saturday, December 23, 2017

Hungerbelt: Restoran yang Instagramable di Surabaya

Hungerbelt resto

Surabaya punya restoran baru. Yang unik dan instagramable. Baru dibuka sekira tanggal 8 Desember lalu, Hungerbelt, restoran yang ada di Surabaya Barat ini mampu menghipnotis saya.

Letaknya berada di area gedung perkantoran Spazio. Sekali kalian masuk, pasti akan terpana. Soalnya, nggak cuma dekorasi tempatnya dibuat unik, tapi cara pesan makanan pun dibuat nggak biasa.

Dekorasi Hungerbelt resto

Bayangkan saja, pertama kali masuk, setiap pengunjung akan dapat kartu RFID yang berisi saldo 500 ribu rupiah. Kartu ini yang digunakan untuk transaksi selama di Hungerbelt. Jadi, nggak kayak kartu-kartu makan lainnya yang harus diisi saldo dulu. Kartu ini bisa langsung kalian gunakan selama limitnya under 500 ribu rupiah. Kalau rombongan dengan saldo di atas 500 ribu rupiah gimana? Ya nggak ada masalah. Karena, kalian bisa gunakan kartu salah satu-dua-tiga yang dibawa teman kalian baru ditotal di kasir saat akan keluar resto. Jadi pembayaran tetap dilakukan di kasir dengan menjumlahkan menu-menu yang tercatat di kartu RFID tadi. Lucu ya?

Hungerbelt

Yang menjadi unik, kalau kalian pesan makanan, kalian akan mendapatkan satu buah alat serupa piring terbang. Alat ajaib ini gunanya untuk menginformasikan pemesan kalau pesanan mereka sudah ready to eat alias bisa diambil ke konter makanan. Alat serupa ufo ini akan menyala merah kalau pesanan sudah bisa diambil. Jadi, pemesan nggak pakai antre atau bolak-balik nanya ke konter pesanan mereka sudah jadi apa belum. Heuuu, unyuuu.

RFID dan UFO buat pesan makan

Menu makanan yang disajikan di resto ini cukup beragam. Mulai dari makanan asli Indonesia, western, sampai makanan serupa cemilan-cemilan hore semacam chicken wings gitu. Tapi, karena masih baru, makanan yang ada di sini belum sepenuhnya tersedia. Soalnya ada beberapa konter makanan yang belum buka.

Nasi Bali Ayam

Nasi Empal Udang yang bikin nyesel ngapain pesen menu seiprit gini -__-"

Nasi Bebek 

Menu campuran 

Soal harga, buat saya cukup reasonable, sih. Nggak mahal dan nggak murah banget. Misal, Jus Alpukat yang dibanderol seharga 20 ribu rupiah atau Nasi Cumi Pasar Atom sekira 30 ribu rupiah perporsi. Masih worth it-lah buat sekadar nyicip masakan dengan suasana yang cozy abis.

Interior yang instagramable

OH YA! Hungerbelt ini sengaja dibangun di area Spazio karena sasarannya adalah para eksekutif muda yang kerja di area Spazio dan Surabaya Barat sekaligus anak muda kekinian yang butuh tempat nongkrong unik. Tapi, nggak menutup kemungkinan kalau kalian mau menghabiskan waktu bersama keluarga di tempat ini. Yang terpenting, Hungerbelt punya jam buka lebih panjang. Mulai dari jam 9 pagi teng sampai 12 malam. Nggak usah khawatir soal hiburan karena di Hungerbelt juga disediakan konser mini pemusik lokal yang bakal menghibur kalian.

Es yang cuma ada di Hungerbelt

Nah, gimana, tertarik buat jajan hore di Hungerbelt? Bisa banget kamu datang ke sana untuk mengisi waktu liburan. Saya aja sudah dua kali jajan di sana. Selamat jajan.

Diambil saat menjelang maghrib