Skip to main content

Dolan Jajan Nyaman di Cafe Sawah Pujon Batu

Cafe Sawah Pujon Kidul

Setahun terakhir, Cafe Sawah ngehits banget. Padahal, kafe di daerah pegunungan ini baru dibuka dua tahun ini. Tapi maklum, viral di media sosial bisa bikin tempat makan ini jadi hits semena-mena. Nggak heran pas saya dan keluarga mampir ke sini buanyak banget wisatawan lokal yang mampir.

Heaven on earth

Terletak di Pujon, Batu, Cafe Sawah memang layak dikunjungi. Tapi pikir lagi kalau mau ke sini saat long weekend. Soalnya tempatnya rame bangeeet kayak cendol.

Rame manusia

Yang namanya cafe pastilah yang dijual adalah makanan dan minuman. Tapi di Cafe Sawah, pemandangan alam pegunungan adalah yang paling masuk akal untuk bisa dinikmati. Hamparan sawah masyarakat sekitar, hijaunya pepohonan, syahdunya semilir angin, dinginnya cuaca Batu, membuat pengunjung betah berlama-lama di sini.

Suasana asri dan tenang

Sebenarnya makanan dan minuman yang dijual di sini standar banget. Sebab pasti dengan mudah kita temukan di mana-mana. Tapi pemandangan yang dijual itu sungguh memesona. Nggak alay, nggak lebay. Karena kalau mau main ke sini, penat pasti hilang. Wong sekeliling isinya hijau-hijau menyegarkan mata. Belum lagi ada kolam ikan beserta pancurannya yang menambah kesan pedesaan kian kental terasa.


Makanannya murah dan enak

Untuk mencapai Cafe Sawah kalian bisa naik kendaraan pribadi ke arah Pujon. Baru di pertigaan patung sapi ambil arah lurus. Nah, dari pertigaan itu sekira tiga kilometer ada Desa Wisata Pujon Kidul tempat Cafe Sawah berada.

Desa Wisata Pujon Kidul

Tiket masuk ke Cafe Sawah dipatok 8 ribu rupiah perorang dimana 5 ribu rupiah bisa ditukarkan dengan menu makanan ringan atau tiket masuk The Roudh 78, kawasan lain di dalam Cafe Sawah. Sedangkan biaya 3 ribu rupiah digunakan untuk mengembangkan Desa Wisata Pujon Kidul ini. Menarik.

The Roudh 78

Setelah parkir kendaraan, pengunjung bisa langsung memilih tempat untuk sekadar duduk-duduk di saung, gazebo, atau foto-foto berlatarbelakang pemandangan alam yang ciamik. Atau kalau mau sekadar jalan-jalan, bisa kok jalan keliling persawahan. Mau yang beda? Cobain wahana ATV atau motor trail seharga 50 ribu rupiah untuk berdua. Bisa juga merasakan sensasi berkuda berkeliling The Roudh 78 selama dua kali putaran seharga 50 ribu rupiah berdua.



Wahana berbayar

Tapi, kalau kalian nggak mau menguras kantong banyak-banyak, ada kok wahana gratisan yang bisa dicoba. Misalnya wahana memanah, menembak angry bird, dan masih banyak lagi. Kalau nggak mau capek, yaa cukup duduk-duduk di bangku yang telah disediakan. EH, di sini juga ada spot swafoto ngehits dengan pijakan bentuk love. Bayarnya seikhlasnya!


Wahana gratisan

Hasil selidik amatiran, Cafe Sawah ini merupakan bagian dari CSR salah satu BUMN perbankan yang ingin mengembangkan potensi desa menjadi tempat wisata yang layak dikunjungi. Hingga dua tahun berdiri, omsetnya sudah mencapai 4 milyar rupiah perbulan. Wow.

Instagramable

Nggak heran kalau desa wisata ini terus berbenah dan membangun. Kearifan dan kekayaan lokal dimanfaatkan untuk mendulang pundi rupiah lebih banyak. Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.


Saung-saung yang enak banget

Nah, gimana? Tertarik untuk merasakan sensasi makan, jalan-jalan, dan bersantai nyaman di Cafe Sawah? Mumpung musim liburan, sempatkan mampir ke sini ya!

Jadi, kapan mau ke sini?

Comments

Popular posts from this blog

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…