Skip to main content

Makanan Khas Negara ASEAN Ini Jangan Sampai Kamu Lewatkan

Tak bisa dipungkiri bahwa salah satu tujuan berwisata ke negara lain adalah mencicipi makan khas yang ada di negara tersebut. Rasanya wisata belum lengkap jika belum mencoba wisata kuliner karena setiap negara pastinya memiliki sesuatu yang khas, meski terkadang hampir mirip dengan negara lainnya.

Jika kamu sedang merencanakan liburan ke negara wilayah ASEAN, makanan berikut wajib kamu coba ya:

1. Nasi Lemak (Malaysia)

sumber : latimes.com

Berkunjung ke Malaysia belum lengkap jika kamu belom mencicicpi nasi lemak yang fenomenal tersebut. Nasi yang sangat populer di seluruh penjuru dunia ini memiliki kombinasi rasa yang gurih sekaligus lauk yang kaya akan rempah. Nasi lemak ini mirip seperti nasi kebuli jika di Indonesia, bahan yang dibuat juga sama yakni campuran beras dengan santan. Yang membuat berbeda adalah lauk pendamping yang lengkap dan sambal yang khas.

2. Tom Yum Goong (Thailand)

sumber : laikatourist.com

Negeri Gajah Putih memiliki begitu banyak makanan khas yang harus kamu coba, salah satu makanan yang wajib kamu coba adalah Tom Yum Goong. Rasanya sudah tak perlu dijelaskan panjang lebar lagi ya tentang masakan ini, semua orang pasti sudah pernah dengar tentang tom yum. Meski sudah banyak gerai masakan Thailand di Indonesia, namun rasa dari tom yum goong di Thailand benar-benar jauh berbeda dari yang pernah kita coba. Jadi, jangan terlewat untuk mencicipinya ya.

3. Ambuyat (Brunei)

sumber : maksinwee.com

Mungkin belum banyak wisatawan Indonesia yang memilih Brunei sebagai destinasi liburan, padahal jarak negara yang terletak di ujung Kalimantan ini cukup dekat, lho. Dengan maskapai Royal Brunei kamu juga bisa langsung menuju ke sana. Apalagi Royal Brunei juga sering mengadakan promo harga tiket. Jika kamu berkunjung ke sana, sempatkan untuk mencicipi Ambuyat ya. Ambuyat ini adalah sagu yang disajikan dengan lauk lengkap. Cara memakannya pun cukup unik. Yakni menggunakan garpu dan kemudian dicelupkan ke berbagai varian saus khas Brunei. Tertarik? Segera cek tiket Royal Brunei dan langsung berlibur ke sana ya.

4. Lahpet (Myanmar)

sumber : reallygoodwriter.com

Siapa yang tak ngiler jika disuguhi masakan Myanmar yang terkenal akan rasa gurih dan kaya bumbunya? Pastinya kamu juga harus mencoba lahpet, sebuah salad daun teh yang telah difermentasi dan memiliki rasa unik. Biasanya Lahpet disajikan di sebuah wadah dengan berbagai lauk kering nan gurih di sekelilingnya.


5. Banh Mhi (Vietnam)

sumber : vietnamtravel.guide

Banh Mhi adalah roti khas Vietnam yang memiliki rasa luar biasa enak. Meski terkadang penampilannya kurang menggugah selera, namun roti ini adalah makanan terenak yang ada di Vietnam, lho. Memiliki isi kurang lebih sama dengan sandwich lain, yang membedakan Banh Mhi adalah rotinya yang mirip dengan baguette.

6. Adobo (Filipina)

sumber : dunyanews.tv

Kamu dijamin akan langsung lapar jika melihat penampakan makanan satu ini. Terbuat dari daging ayam ataupun sapi, Adobo merupakan makanan khas Filipina yang dimasak dengan cuka, kecap, dan daun salam yang membuat rasanya semakin gurih dan mantap.

Itu dia beberapa makanan khas negara ASEAN yang harus kalian cicipi ketika berlibur ke negaranya. Kalau masakan favoritmu yang mana nih, guys?

Comments

Popular posts from this blog

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…