Skip to main content

Hotel Freas: Penginapan Murah, Nyaman, dan Bersih di Pulau Rote

Ini lo hotel di Rote

Jangan pernah berpikiran bahwa yang namanya hotel harus berbintang. Harus memiliki beberapa tingkat. Harus ini dan haru begitu. Jangan.

Soalnya, yang namanya hotel di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, sama sekali tidak mencerminkan kalau itu hotel. Nggak percaya?

Mirip kos-kosan ya?

Buktinya, ada tiga hotel yang kami sambangi dan semuanya nggak lebih dari serupa dengan kamar kos. Hanya kamar-kamar yang langsung menghadap ke jalan.

Begitulah. Penginapan di Rote memang sangat sederhana sekali. Makanya, ketika saya bertanya pada penduduk lokal letak hotel, seketika tercekat. Serius, hotelnya begitu doang?

Begini doang?

Ya namanya juga maunya murah dan dekat dengan pelabuhan serta pusat kota, harus terima konsekuensinya dong. Toh, meskipun terkesan remeh dan mirip kamar kos, yang punya amat sangat ramah.

Kamarnya sederhana. Kipas angin pake macet segala :))

Kamar mandinya bersih meski kecil

Kalau kalian nggak pengen tidur di tempat yang murah meriah, bisa banget loh menginap di hotel beneran yang bener-bener hotel. Tapi jaraknya jauh bener dari pelabuhan atau pusat kota. Sekira sejam perjalanan gitulah. Persisnya ada di Rote Barat, di deretan Pantai Nembrala yang jadi tempat syuting film Kulari ke Pantai. Kalau kami, sih, males kalau harus diburu-buru waktu keberangkatan kapal mengingat jaraknya jauh.

Lagian, meskipun harga penginapan murah, fasilitas standar, tapi tempatnya bersih kok. Nggak kumuh kayak hotel melati *kayak pernah masuk kamar melati aja, Coy :))*

Murahlah ya...

Rate harga yang cukup terjangkau, mulai 100 ribuan aja (udah dapat air mineral juga), jadi pertimbangan kami buat sekadar nyenderin punggung. Lumayan kok, meski dalam kondisi hamil 4 bulan kala itu, kasurnya masih nyaman buat ditempatin.

Tapi kembali lagi soal pilihan ya.

Oh ya, saya menginap d Penginapan Freas. Dekat sekali dengan pelabuhan, pertokoan, masjid, dan tentunya pusat kota Ba'a. Selain Freas, ada Hotel Ricky yang ada di depan pelabuhan pas, dan Hotel Grace yang ada di sekitar pertokoan. Ratenya? Sama aja. Mulai 100 ribuian semua. Kalau mau sewa motor juga bisa kok di ketiga penginapa itu. Harganya 100 ribuan sehari. Jangan sewa ke tukang ojek ya, mahal cuy.

Hotel Grace di antara pertokoan di Ba'a

BTW, pas ke sana, Hotel Ricky dan Freas lagi sama-sama sedang direnov, kayaknya mereka mulai mencium Rote bakal terkenal. Makanya nyiapin banyak kamar lagi.

Rote memang bagus, sih, walaupun jadi pulau terluar Indonesia.

Pusat kota Ba'a

Comments

Popular posts from this blog

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…

Pengalaman Menginap di Bandara Changi Singapura

Sebagai bandara terbaik selama tiga tahun berturut-turut, Bandara Changi di Singapura bisa banget masuk list buat tempat menginap. Karena hal itulah saya memutuskan untuk membeli tiket pesawat murah CGK-SIN dengan jadwal penerbangan jam 21.30 dan sampai Changi 00.30 pagi. Artinya, saya bisa menginap di Changi sebelum jalan-jalan iseng dan nggak penting di Singapura esok pagi.

Penerbangan ke Singapura bagi saya adalah penerbangan paling melelahkan. Soalnya, jam 15 sore saya harus menyudahi pekerjaan, pulang ke rumah buat mandi, ngebut buat ngejar pesawat ke Jakarta jam 17.25 (jalanan macet gila!), lanjut pindah terminal, dan baru bisa buka puasa pukul 20.30 setelah nemu tempat selonjor. Apa kabar naskah kerjaan? Kerjaan baru bisa saya selesaikan pas sudah landing di Singapura, dapat wifi dan colokan listrik, dengan perasaan kacau dan pegel ngos-ngosan :))).

Urusan penerbangan di Singapura sebenarnya bikin was-was. Soalnya, imigrasi negara singa ini sering banget random check wisatawa…