Skip to main content

Jalan-jalan ke Bali, Cari Hotelnya di Traveloka



Kuta kala siang

Merencanakan liburan ke Bali sudah jauh-jauh hari saya dan suami pikirkan. Alasannya mudah saja, mengajari Elif belajar naik pesawat. Jarak pendek dululah, baru nanti bisa diajak agak jauhan. Memang, niat saya adalah mengenalkan Elif buat jalan-jalan sedini mungkin. Yaaa, maksudnya biar emaknya ini nggak jenuh jaga kandang melulu :)).

Seperti yang sudah-sudah, saya kerap merencanakan liburan cukup tight sesuai budget yang ada. Mulai dari tiket pesawat, hotel, akomodasi selama di sana, dan tetek bengek lainnnya. Nah, untuk urusan penginapan atau hotel biasanya saya aktif ngecek harga di Traveloka hampir setiap hari. Kenapa?

Gampang, sih. So far so good. Harga hotel di Traveloka sama sekali nggak pernah tipu-tipu. Segitu ya segitu. Nggak ada biaya tambahan ini atau itu. Flat. Ini yang paling bikin saya senang, riang, gembira setiap booking hotel saat liburan.

Persis seperti saat saya ke Bali beberapa tahun yang lalu, saya memesan hotel via Traveloka. Harganya? Nggak usah diragukan lagi. Selain nggak tipu-tipu, harganya murah meriah hore.

Waktu itu saya memesan penginapan backpacker alias hostel. Berapa tebak harganya? Cuma 50 ribu rupiah, Men! Saya ngikik saja dan langsung pesan untuk dua hari. Ya secara numpang tidur doang nggak perlu mahal-mahal, kan, ya? *kere apa pelit, nih? :))*

Hostel 50 ribuan semalam :))


Tapi, itu, kan, dulu ya. Kalau sekarang jelas beda banget. Pertimbangannya bukan lagi soal murah. Tapi kenyamanan. Nyaman buat saya, suami, dan tentunya Si Ratu Cilik Elif. Wajar ya, secara bayi masih enam bulan yang belum bisa ngapa-ngapain sendiri selain ngoceh, tengkurap sambil jalan mundur, tidur, makan seenak jidat, dan netek, masa iya dikasih kamar hostel?

Dasar emak nggak tau diri kalau itu, sih :)).

Makanya, atas dasar itulah saya akhirnya memilih untuk hunting hotel jauh-jauh hari. Khawatir tiba-tiba kategori hotel yang dipinginin udah sold out. Meski Bali jaraknya hanya sepelemparan tali beha kalau diukur dari Surabaya, teteup aja, kan, destinasi favorit orang segambreng.

Cari hotel sesuai kriteria itu gampang banget… kalau carinya di Traveloka. Ya, gimana enggak? Wong ada fitur filternya. Nggak ngerti caranya?

Pilih tanggal dulu yaa


Pilih fasilitas yang diinginkan


Pilih hotel sesuai bujet

Pertama cari destinasi kota tujuan sesuai dengan tanggal keberangkatan sampai kepulangan. Kalau sudah, baru, deh, search di menu filter sesuai harga, fasilitas, popularitas, jarak, atau yang lain sesuai keinginan kita. Dan, tring… muncul gitu aja. Hotel sesuai bujet, sesuai ekspektasi, dan sesuai rencana. Enak banget.

Karena saya maunya ngenalin Elif ke pantai, sesuai yang disukai emaknya ini, maka pilihan saya nggak jauh-jauh dari Kuta dan Legian. Kategori yang saya cari langsung, deh, muncul gitu aja. Misalnya Horison Hotel, hotel bintang empat, ada kolam renang, free wifi, dekat pantai, dan yang penting di bawah 500 ribu. Ya sudahlah, ngapain juga ditunda-tunda buat booking. Toh, saya sudah cek ricek sana-sini ternyata baliknya ke Traveloka lagi, Traveloka lagi. Emang dasar jodohnya di situ kali ya :)).

Jadi, saya pribadi memang cocok banget kalau mau liburan ke manapun hunting hotelnya di Traveloka. Karena keunggulannya itu tak terbantahkan *bahasanya! :))* karena hotelnya juga lengkap. Nggak Cuma di Indonesia, tapi juga di dunia. Keren yah!

Banyak kelebihan kayak gitu, kalau kalian, yakin, nih, masih ragu-ragu buat cari hotel di Traveloka? Yakin nggak nyesel?

Kalau, saya, sih, sayang banget… kalau nggak pesen hotel di Traveloka. Sayang kalau nggak dapat poin yang bisa ditukar merchandise, gitu :p.

Comments

Popular posts from this blog

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Menginap di Bandara Changi Singapura

Sebagai bandara terbaik selama tiga tahun berturut-turut, Bandara Changi di Singapura bisa banget masuk list buat tempat menginap. Karena hal itulah saya memutuskan untuk membeli tiket pesawat murah CGK-SIN dengan jadwal penerbangan jam 21.30 dan sampai Changi 00.30 pagi. Artinya, saya bisa menginap di Changi sebelum jalan-jalan iseng dan nggak penting di Singapura esok pagi.

Penerbangan ke Singapura bagi saya adalah penerbangan paling melelahkan. Soalnya, jam 15 sore saya harus menyudahi pekerjaan, pulang ke rumah buat mandi, ngebut buat ngejar pesawat ke Jakarta jam 17.25 (jalanan macet gila!), lanjut pindah terminal, dan baru bisa buka puasa pukul 20.30 setelah nemu tempat selonjor. Apa kabar naskah kerjaan? Kerjaan baru bisa saya selesaikan pas sudah landing di Singapura, dapat wifi dan colokan listrik, dengan perasaan kacau dan pegel ngos-ngosan :))).

Urusan penerbangan di Singapura sebenarnya bikin was-was. Soalnya, imigrasi negara singa ini sering banget random check wisatawa…