Skip to main content

Berry Glee Hotel: Hotel Ramah Anak di Kuta Bali

Lobi hotel

Pertimbangan pertama kali saat memilih hotel adalah harus nyaman. Begitu saya pikir ketika Elif hadir di antara kami.

Maka, ketika rencana liburan dibentuk, saya pun getol mantengin hotel-hotel dengan beragam fasilitas. Ada kolam renang wajib. Soalnya Elif bawa pelampung. Sarapan gratis juga wajib. Kalau bisa yang enak. Harga harus murah tapi nggak murahan. Lalu yang lain menyesuaikan.

Free akses internet

Saya pun berkali-kali cek hotel. Lengkap dengan testimoni pengunjung. Sumpah, niat banget.

Nah, di tengah usaha saya itulah, Berry Glee Hotel di Kuta ditemukan. Reviewnya oke punya. Yang paling bikin makin jatuh cinta sama hotel ini adalah... Ada play groundnya!

Udahlah nggak pake mikir berkali lipat. Saya langsung booking buat dua malam di sini.
Kolam renang

Fasilitas tjiamik yang bikin saya suka adalah apa yang jadi standar semuanya ada. Bahkan melebihi ekspektasi. Nggak lebay. Soalnya selama dua malam ituuu saya cuma bayar 475.000 rupiah! Wkwkwk. Masyaallah murah!

Udah kamar luas dengan dekorasi menarik. Sarapan variatif dan enak. Kolam renang ada yang khusus anak-anak. Ada play ground lengkap dengan beragam mainan. Staf ramah dan helpful. Lokasi dekat Kuta. Dan, harganya murah!

Sebagian kecil indoor play ground

Outdoor play ground

Duh, rasanya puas bangetlah nginep di sini. Soalnya sekarang prioritas setiap mau jalan-jalan adalah gimana kondisi Elif. Kalau nyaman, tidur nggak gampang keganggu, berarti hotelnya memang menyenangkan.

Well, gegara nemu Berry Glee Hotel buat kemping dua malem dengan fasilitas ciamik, saya jadi susah nyari yang serupa di kota lain. Soalnya standarnya jadi makin tinggi lagi. Duh.

Renang sama ayah

Comments

Anonymous said…
This is true in almost all cases with just a feew exceptions
suc as Consumer Reports, the Wall Street Journal and the New York Times.

Some of the most recent numbers show that just over
46% of Americans use the internet in order to file their taxes on a regular
basis. There are many considerations thatt need
to be taken into account before you start trading.
Anonymous said…
A lot off times, readers also enjoy joining book clubs.

All it takes is a feew clicos oof the mouse iin order
to have a fesh pizza or even your groceries waiting on you inn
a matter of minutes. Each and every household is different, in terms of children andd data
usages, therefore different needs and demandcs exist.
Anonymous said…
In addition, the cost of satellite internet service hhas bden coming down so it will fit perfectly into the budget of an outdoor festival.

First of all you need to understand a little bit
about the networks that providerrs use to deliver their broadband deals.

Nonne of this wass ever possible before the internet and iit will
bbe interesting to see what will happen in terms of data storage in the
years too come.

Popular posts from this blog

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…

Pengalaman Menginap di Bandara Changi Singapura

Sebagai bandara terbaik selama tiga tahun berturut-turut, Bandara Changi di Singapura bisa banget masuk list buat tempat menginap. Karena hal itulah saya memutuskan untuk membeli tiket pesawat murah CGK-SIN dengan jadwal penerbangan jam 21.30 dan sampai Changi 00.30 pagi. Artinya, saya bisa menginap di Changi sebelum jalan-jalan iseng dan nggak penting di Singapura esok pagi.

Penerbangan ke Singapura bagi saya adalah penerbangan paling melelahkan. Soalnya, jam 15 sore saya harus menyudahi pekerjaan, pulang ke rumah buat mandi, ngebut buat ngejar pesawat ke Jakarta jam 17.25 (jalanan macet gila!), lanjut pindah terminal, dan baru bisa buka puasa pukul 20.30 setelah nemu tempat selonjor. Apa kabar naskah kerjaan? Kerjaan baru bisa saya selesaikan pas sudah landing di Singapura, dapat wifi dan colokan listrik, dengan perasaan kacau dan pegel ngos-ngosan :))).

Urusan penerbangan di Singapura sebenarnya bikin was-was. Soalnya, imigrasi negara singa ini sering banget random check wisatawa…