Jalan-jalan Bareng Bayi, ke Bali Saja!

Happy!

Heu, lebay banget judulnya. Padahal cuma mau pamer kalau Elif udah main-main sama ombak di usia ke sembilan bulan. Nggak nggumun-nggumun banget tho? Biasa ae tho?

Biasa yo ben, wkwk.

Tapi yang jelas, Bali emang pas dan cocok banget buat mengenalkan alam ke Elif. Bisa kelosotan di pasir pantai. Kecek-kecek di tepi pantai. Goleran di tanah lapang. Bebasss. Tur ya aman juga. Wong ayah ibunya mentelengi ngawasi 24 jam. Kalau pas Elif kejedot, jatuh, ya monmaap, ayah ibunya ini manusia biasa. Bisa khilaf juga:p.

Kenalan sama ombak :*

Nggak ada alasan lain kenapa Bali saya pilih buat uji coba Elif main-main sama alam. Selain waktu penerbangan yang pendek, wisatanya sudah tertata apik. Penginapan banyak dan murah. Makanan halal juga segambreng. Yang murah juga banyak, Cyin.

Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

Alhamdu... Lillah.

Nyiur~

Dan, ketika tiket pesawat dan hotel sudah di tangan, saya pun dengan entengnya mengatur rencana.

Pantai. Biar Elif bisa main air dan pasir.

Kebun binatang. Biar Elif kenal macam-macam satwa.

Taman. Biar Elif kenal tanaman macam-macam.

Intinya begitu. Alhamdulillah, dari rencana itu kesampaian semuanya. Yang penting nggak maksain anak. Emak senang, hati tenang, perut kenyang.

Baby can travel:))

Di Pantai Kuta, yang jaraknya cukup dekat dari hotel, Elif senang banget begitu dilepas sepatunya dan didudukkan di pasir. Wajahnya kayak nggak percaya gitu. Emaknya jadi ikutan excited lihatnya. Apalagi di depan matanya ada anjing main kejar-kejaran sama tuannya. Makinlah dia happy. Saya pun! Bisa sekalian jelasin kalau anjing dan manusia itu berteman. Sayang, anjing nggak punya sirip kayak ikan, jadi nggak bisa berenang. Sama kayak manusia. Tapi kalau sama-sama latihan, sama-sama jadi bisa berenang.

Budi and buddy

Lalu, waktu kami ke water blow di Nusa Dua, Elif lumayan rewel. Minta nyusu tapi nggak mau pakai apron. Kan, emaknya jadi tantrum. Mana panas pula. Yawis, saya yang penuh ide kreatif ini pun mengusulkan untuk goleran di taman yang rindang, di sekitar lokasi. Mumpung nggak ada yang duduk-duduk di situ. Soalnya banyakan pengunjung pilih manas-manas atau justru melewatkan taman yang bersebelahan langsung dengan laut lepas ini. Mirip di Pasih Andus, Nusa Penida.

Ndilalah, pasca nyusu di tempat rindang, Elif malah senang syekali duduk-duduk di situ. Emaknya juga senang dong.

Sudah kenyang!

Di Tegalalang, Elif yang semula tidur jadi bangun. Ya kali dia bingung ngapain emaknya ngajak ke sawah. Nyangkul juga enggak:)). Tapi di sini Elif jadi satu-satunya pengunjung paling junior. Soalnya banyakan pengunjungnya muda-mudi dan dewasa muda. Manalah ada yang gendong bayi di sawah berundak-undak. Ini juga yang bikin kaki dan pundak emaknya pagi-pagi encok luar biasa. Aturan mau ke Campuhan jadi dicoret. Makasih banyaklah ya, treking sambil gendong bayi sepuluh kilogram sepanjang dua kilometer.

Encyok :))

Sejauh ini Elif menikmati banget kalau diajak pergi ke tempat baru. Alhamdulillah jarang rewel. Kalau pun rewel, nggak lama-lama juga. Semoga, di tempat-tempat berikutnya Elif tetap anteng dan menikmati setiap perjalanan yang diajak emaknya ini. Biar emaknya nggak stres di rumah terus.

Anak sholihah :*

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Menginap di Bandara Changi Singapura

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba