Skip to main content

Mudahnya Membuat Paspor untuk Bayi

ULP Graha Pena Surabaya

Berbekal iseng dan rencana dadakan, saya dan suami sepakat membuat paspor untuk Elif. Pun dia masih belum setahun. Siapa tahu bisa jalan-jalan ke luar negeri sering-sering. Amin!

Sekarang pembuatan paspor menggunakan antrean online melalui aplikasi immi seminggu sebelumnya. Saya pun menyiapkan hari untuk pembuatan paspor Elif. Pilihan pembuatan paspor di Surabaya ada di Kanim I Waru, Kanim I Tanjung Perak, dan ULP Graha Pena. Saya pilih Graha Pena karena dekat dengan kantor dan rumah.

Nah, karena menggunakan antrean online, maka pelayanan paspor pun sangat mudah. Antrean nggak mirip zaman saya bikin paspor dulu. Sekarang cukup scan barcode, duduk manis isi form sambil nunggu nomor dipanggil. Jempol dua untuk imigrasi!

Makanya, saat mengantre Elif nyaman sekali ngepel lantai. Nggak berasa lama. Oh ya, wajib banget sebelum antre sudah menyiapkan berkas-berkas ini yaa:

1. Akta kelahiran anak (asli + fotokopi)
2. Kartu keluarga (asli + fotokopi)
3. KTP kedua orang tua (asli + fotokopi)
4. Akta nikah orang tua (asli + fotokopi)
5. Paspor kedua orang tua (asli + fotokopi)

Kalau sudah lengkap semua, siapkan materai satu buah untuk surat pernyataan. Dan tinggal nunggu antrean dipanggil untuk foto.

Berbeda dengan foto bagi anak-anak atau orang dewasa, foto paspor untuk bayi dipangku orang tuanya. Lumayan rumit soalnya Elif gerak-gerak terus nggak ngadep kamera. Jadi, begitu kena jepret, saya okein ajalah daripada kelamaan. Jadi hasilnya pun apa adanya:)).

Foto apa adanya:))

Setelah foto, orang tua akan diberi lembar untuk pembayaran sebanyak 355 ribu rupiah yang bisa dibayar di bank. Kalau sudah, paspor bisa diambil tiga hari setelah pembayaran. Gampaaang banget, kan?

Ayo bikin paspor untuk bayi. Biar semangat jalan-jalan ke luar negeri #tsah #plak #ngamendulu :))

Paspornya Elif!


Comments

Anonymous said…
I am really enjoying the theme/design of your web site. Do
you ever run into any web browser compatibility problems?
A handful of my blog readers have complained about my website not
working correctly in Explorer but looks great in Chrome.
Do you have any ideas to help fix this problem?

Popular posts from this blog

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Menginap di Bandara Changi Singapura

Sebagai bandara terbaik selama tiga tahun berturut-turut, Bandara Changi di Singapura bisa banget masuk list buat tempat menginap. Karena hal itulah saya memutuskan untuk membeli tiket pesawat murah CGK-SIN dengan jadwal penerbangan jam 21.30 dan sampai Changi 00.30 pagi. Artinya, saya bisa menginap di Changi sebelum jalan-jalan iseng dan nggak penting di Singapura esok pagi.

Penerbangan ke Singapura bagi saya adalah penerbangan paling melelahkan. Soalnya, jam 15 sore saya harus menyudahi pekerjaan, pulang ke rumah buat mandi, ngebut buat ngejar pesawat ke Jakarta jam 17.25 (jalanan macet gila!), lanjut pindah terminal, dan baru bisa buka puasa pukul 20.30 setelah nemu tempat selonjor. Apa kabar naskah kerjaan? Kerjaan baru bisa saya selesaikan pas sudah landing di Singapura, dapat wifi dan colokan listrik, dengan perasaan kacau dan pegel ngos-ngosan :))).

Urusan penerbangan di Singapura sebenarnya bikin was-was. Soalnya, imigrasi negara singa ini sering banget random check wisatawa…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…