Skip to main content

Staycation di Ubud, Menginap di Sapulidi Resort and Spa


Sapulidi resort and spa

Liburan ke Bali jadi momen pertama kali bagi Elif untuk naik pesawat. Momen pertama kali juga bagi kami membawa gembolan yang diminimalisir seminim mungkin. Maklum, luar pulau. Agak jauhan dikit dari Surabaya.

Tapi, karena memang kami niat berlibur di sana, tanpa itinerary, ya sudah mengalir saja. Toh, saya berhasil mendapatkan hotel yang nyaman amat di Ubud. Kamar luas, halaman luas, suasananya tenang. Bikin nggak mau pulang.


Kamarnya yahud yaa

Kenyataannya kami memang banyak leyeh-leyeh di kamar. Nggak ngejar tempat wisata yang meskipun dekat sepelemparan beha.

Tiap mau jalan yang dipikirkan cuma satu, "Elif nggak papa, nih? Ntar dia capek," atau "Elif ntar kepanasan," atau begini "Jam tidurnya Elif, nih, tunggu sampai bangun aja biar nggak rewel,"

Gitu aja terus sampai negara api menyerang.

Private pool

Tapi toh, maksud dari liburan itu, kan, biar kami bebas ngapa-ngapain bertiga. Yang biasanya kerja ninggalin anak jadi fokus mainan sama Elif. Di sini saya jadi sadar, kalau ternyata punya anak itu enak. Kok nggak dari dulu aja #eh.

Bagus yaa

Staycation di Ubud jadi beneran berasa nyaman banget. Meskipun kami pilih kamar yang standar alias paling murah. Udah paling murah, dipotong promo  pula. Ya dong, prinsip kehati-hatian dalam memilih resort harus tetap dipertimbangkan. Jangan sampai kantong jebol hanya buat jajan kamar resort. Yang penting suasana resort dapet banget. Dan, kalau difoto nggak malu-maluin #ehem.

Bungalow luas. Dikelilingi sawah. Kolam renang pribadi yang bebas nyemplung tiap saat tanpa perlu pake jilbab. Suasana gonggongan anjing, kicauan burung, kumbang, dan serangga setiap waktu. Banyak tamu bule. Kesannya kayak kami bagian dari bule berduit yang sengaja buang-buang uang untuk liburan:)).

Bungalow dengan pemandangan sawah

Oh-well, saya betah berlama-lama di resort.

Pun Elif. Kelihatan banget kalau doi betah. Bayangpun, digendong diajak keliling resort maunya turun terus. Padahal jalan juga belum bisa. Akhirnya ndeprok sambil cengengesan kegirangan.

Minta jalan sendiri Ya Allah:))

Ubud memang pas buat staycation. Suasana alam pedesaan bisa banget bikin pikiran ruwet jadi santai. Panteslah Eat, Pray, Love syuting di sini. Lah, memang nyaman banget. Harga resortnya juga terjangkau. Maklum ya, Bali banyak hotel, jadi mereka bersaing buat dapetin tamu.

Jadi, tulisan saya ini apakah cukup berfaedah? Kayaknya kok nggak sesuai dengan judul, wkwk. Biar foto yang bicara lah yaa. Yawislah, yang penting cukup mewakili bahwa kami nyaman buat staycation di Ubud, menginap di Sapulidi Resort and Spa:)). 

Lobby Sapulidi resort and spa

Comments

Popular posts from this blog

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Itinerary, Tips, dan Trik ke Labuan Bajo

Pulau Bidadari Labuan Bajo adalah destinasi yang banyak orang inginkan. Termasuk saya. Butuh keberanian besar untuk bisa ke sana. Apalagi kalau urusan dana. Saya, begitu mendapatkan tiket promo Denpasar-Labuan Bajo PP dan Denpasar-Surabaya (total harga tiga tiket Rp 1.490.000--ini harga paling hemat di saat mulai jarang ada harga tiket pesawat murah), langsung menyusun itinerary agar bisa hidup ngirit selama empat hari di sana. TIPS: Beli tiket jauh-jauh hari. Saya beli tiket enam bulan sebelumnya saat belum tahu mau ke sana sama siapa. Pokoknya beli aja.
Berdasarkan hasil blog walking, rerata jumlah yang dikeluarkan selama hidup empat-lima hari berkisar antara 3-5 juta rupiah perorang. Lumayan kerja keras untuk menabung. Saya pun mulai mengontak kapal yang sekiranya bisa membantu saya mencapai tujuan island hopping dengan harga murah.
Kebanyakan kapal memiliki program LOB (Live on Board)*. Artinya tidur melayang di kapal selama 3H2M atau 2H1M. Kalau mau lebih juga ada paketnya. Selama t…

Pengalaman Menginap di Bandara Changi Singapura

Sebagai bandara terbaik selama tiga tahun berturut-turut, Bandara Changi di Singapura bisa banget masuk list buat tempat menginap. Karena hal itulah saya memutuskan untuk membeli tiket pesawat murah CGK-SIN dengan jadwal penerbangan jam 21.30 dan sampai Changi 00.30 pagi. Artinya, saya bisa menginap di Changi sebelum jalan-jalan iseng dan nggak penting di Singapura esok pagi.

Penerbangan ke Singapura bagi saya adalah penerbangan paling melelahkan. Soalnya, jam 15 sore saya harus menyudahi pekerjaan, pulang ke rumah buat mandi, ngebut buat ngejar pesawat ke Jakarta jam 17.25 (jalanan macet gila!), lanjut pindah terminal, dan baru bisa buka puasa pukul 20.30 setelah nemu tempat selonjor. Apa kabar naskah kerjaan? Kerjaan baru bisa saya selesaikan pas sudah landing di Singapura, dapat wifi dan colokan listrik, dengan perasaan kacau dan pegel ngos-ngosan :))).

Urusan penerbangan di Singapura sebenarnya bikin was-was. Soalnya, imigrasi negara singa ini sering banget random check wisatawa…