Skip to main content

Serunya Staycation di Harris Hotel Surabaya

Lobi hotel

Sudah cukup lama saya absen dari dunia blogging. Ada rindu tapi mau nulis nggak pernah sempet #pret. Maka saya putuskan postingan tentang staycation ke-sekian kalinya sama Elif menjadi postingan pertama tahun ini:))

Well, saya sebenarnya punya banyak sekali rencana--yang otomatis menjadi wacana karena nggak terealisasi. Seperti ngajak main Elif ke Penang seketika batal gegara saya harus ikut ujian SKB CPNS di Malang. Sedih? Kecewa? Iya! Apalagi nggak keterima! Udah batal ke Malaysia, gagal jadi abdi negara, plus HP ilang pula. Sakno meeeen uripku:))))

Gapapa pasti ada hikmahnya *tabahkan hatiku Ya Allah*

View dari kamar

Lalu, ketika semua rencana batal, maka satu rencana untuk merayakan hari jadi Elif harus terealisasi dong. Saya memang nggak mau hura-hura pakai perayaan karena bukan budaya bangeeet. Tapi saya maunya staycation di hotel! Minimal bintang empat. Titik!

Ya, mumpung punya gift voucher gopek dari tiket.com sayang kalau dilewatkan, kan?

Baru check in

Harris Hotel Gubeng saya pilih karena ada kolam renang dan kids cornernya. Mayan buat Elif main-main.

Kids corner

Rencananya, sepulang kerja, siang pukul dua teng! Kami early check in. Tapiiii berhubung hujan dari pagi sampai malam deres parah, seketika rencana kami batal. Buyar semuanya. Mau renang sore-sore jelas batal. Dahlah mager goleran di rumah.


Kamar

Check in pun jadinya jam delapan malam seperti yang sudah-sudah. Kami kalau check in hotel mesti jam segitu. Malah pas nurutin SKB CPNS baru sempat check in jam 12 malam. Ya Allah...

But well, gapapa pasti ada hikmahnya yaaa:)).

First impression datang ke Harris Hotel saya langsung senang. Ada welcome drink jus semangka dan kukis cokelat. Lalu dapat kamar di lantai delapan. Luas dan nyaman. Saya syuka syekali.


Perlengkapan mandi

Paginya, kami langsung sarapan setelah bersih diri. Sayang bangeeet, pas momen makan gini saya gagal fokus. Niatnya mau ambil porsi makan yang ada sikik-sikik malah batal. Fokusnya ganti ke Elif gegara makannya rewel. Sekalipun sudah dialihkan ke kids corner dan dijagain suami, saya tetep nggak fokus makan. Ya nasib akhirnya ikutan main bareng di kids corner sampai Elif ngantuk lalu tidur ke kamar.

Seru wallpapernya

Mari makaan!

Sejam sebelum check out, Elif bangun. Bapaknya Elif ngeyel pingin nyemplung kolam gegara udah terlanjur mompa pelampung. Baiquelaaah. Jadilah mereka berdua turun dulu sementara saya beberes barang biar bisa langsung diangkut pas check out.

Berendam

Makaaa, ketika saya meninggalkan Harris Hotel Surabaya, saya jadi pingin balik lagi. Memang, sih, bangunannya nggak seluas Harris Hotel Riverside Malang. Tapi pelayanannya enak dan seru banget. Jadi kalau ditawarin nginep di sana lagi, pasti mau banget!:))

Mau lagii

Comments

Popular posts from this blog

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Menginap di Bandara Changi Singapura

Sebagai bandara terbaik selama tiga tahun berturut-turut, Bandara Changi di Singapura bisa banget masuk list buat tempat menginap. Karena hal itulah saya memutuskan untuk membeli tiket pesawat murah CGK-SIN dengan jadwal penerbangan jam 21.30 dan sampai Changi 00.30 pagi. Artinya, saya bisa menginap di Changi sebelum jalan-jalan iseng dan nggak penting di Singapura esok pagi.

Penerbangan ke Singapura bagi saya adalah penerbangan paling melelahkan. Soalnya, jam 15 sore saya harus menyudahi pekerjaan, pulang ke rumah buat mandi, ngebut buat ngejar pesawat ke Jakarta jam 17.25 (jalanan macet gila!), lanjut pindah terminal, dan baru bisa buka puasa pukul 20.30 setelah nemu tempat selonjor. Apa kabar naskah kerjaan? Kerjaan baru bisa saya selesaikan pas sudah landing di Singapura, dapat wifi dan colokan listrik, dengan perasaan kacau dan pegel ngos-ngosan :))).

Urusan penerbangan di Singapura sebenarnya bikin was-was. Soalnya, imigrasi negara singa ini sering banget random check wisatawa…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…