Skip to main content

Main ke Air Terjun Jagir Banyuwangi Bareng Bayi

Jagir!

Banyuwangi! Akhirnya, saya punya kesempatan untuk main ke Banyuwangi lagi setelah selama ini hanya jadi wacana antara saya dan suami.

Sebenarnya ini bukan acara pribadi. Soalnya saya ikut rombongan gathering kampus. Suami dan anak sengaja diajak dengan skenario menginap di hotel lain sementara saya ikut program kampus. Lalu kami jalan-jalan sendiri saat rombongan sudah selesai.

Segar


Tapi, ternyata rencana tersebut ditolak oleh pihak kampus. Maka jadilah saya sekeluarga ikutan jalan-jalan bareng rombongan dong! Plus, dirasani oleh beberapa teman (tentunya!!) sampai dibelain rasan-rasan di restorasi. Alhamdulillah yaa, penghapus dosa:)).

Salah satu tujuan acara jalan-jalan bareng rombongan adalah ke Air Terjun Jagir. Saya dan suami sudah pernah ke sini sekira tiga tahun lalu. Cek di sini yes! ;)) 


Mandi boleh

Bedanya, kali kedua kami datang bersama bayi. Jelas berbeda. Trek naik turun yang sudah disemen rapi saya serahkan ke suami buat gendong bayi. Saya sudah kapok gendong bayi naik turun begitu. Pengalaman pas ke Bali dulu, badan berasa remuk redam encok semua. Usia boleh muda, tapi badan nggak bisa menipu ternyata:)).

Air Terjun Jagir merupakan air terjun pertama bagi Elif. Makanya pas begitu lihat air yang turun dari sumbernya, Elif antusias. Saya pun mengajak Elif untuk main air. Mencicipi segarnya air yang mengalir. Mungkin terasa lebih dingin bagi Elif, sampai-sampai dia agak teriak-teriak nggak mau nyentuh air, wkwk.

Elif main air

Yowes gapapa yang penting udah pernah nyicip air terjun.

Oh ya! Elif antusias banget lihat air terjun gegara di kolam ada anak-anak seusia SD yang nyemplung main air. Dia ngerasa menemukan temannya kali kok bisa berani nyemplung air nggak kedinginan.

Tapi yang jelas, main ke air terjun sambil bawa bayi sah-sah saja kok. Yang penting bapak-ibunya kuat, sehat walafiat, nggak ngeluh encok. Perlu komunikasi buat bonda-bandi siapa yang gendong bayi biar nggak salah paham, wkwk.

PS; cek link ini untuk tau lebih detail serunya Air Terjun Jagir!


Senang!

Comments

Popular posts from this blog

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba

Setiap pergi ke suatu tempat, mencari makanan khas adalah satu kewajiban. Semisal saat ke Belitung awal tahun lalu. Begitu tiba di Belitung, kami langsung menanyakan tempat makan favorit, populer, dan menggoyangkan lidah. Beruntunglah, saya punya teman asli Tanjung Pandan yang bisa ditodong pertanyaan macam-macam. Meskipun nggak bisa nebeng ke rumahnya *modus gratisan:))* yang penting dapat info seputar kawasan penghasil timah ini. Dari beberapa kuliner khas Belitung yang saya coba, saya bisa simpulkan jika masakan Belitung banyak bersantan, asam, manis, dan nggak pedas.
Berikut adalah kuliner khas Belitung yang wajib dicoba.
1. Mie Belitung Atep
Mie Atep
Ini kuliner paling wajib yang harus dicoba setiba di Tanjung Pandan. Serius. Makanan ini seolah menjadi ikon tersendiri bagi Belitung. Letaknya persis di pusat kota Tanjung Pandan, di sekitar Tugu Batu Satam. Ada dua menu makanan yang ditawarkan. Mie Atep atau Nasi Sum-Sum. Saya memesan Mie Atep, sudah tentu. Sementara teman yang pes…

Pengalaman Menginap di Bandara Changi Singapura

Sebagai bandara terbaik selama tiga tahun berturut-turut, Bandara Changi di Singapura bisa banget masuk list buat tempat menginap. Karena hal itulah saya memutuskan untuk membeli tiket pesawat murah CGK-SIN dengan jadwal penerbangan jam 21.30 dan sampai Changi 00.30 pagi. Artinya, saya bisa menginap di Changi sebelum jalan-jalan iseng dan nggak penting di Singapura esok pagi.

Penerbangan ke Singapura bagi saya adalah penerbangan paling melelahkan. Soalnya, jam 15 sore saya harus menyudahi pekerjaan, pulang ke rumah buat mandi, ngebut buat ngejar pesawat ke Jakarta jam 17.25 (jalanan macet gila!), lanjut pindah terminal, dan baru bisa buka puasa pukul 20.30 setelah nemu tempat selonjor. Apa kabar naskah kerjaan? Kerjaan baru bisa saya selesaikan pas sudah landing di Singapura, dapat wifi dan colokan listrik, dengan perasaan kacau dan pegel ngos-ngosan :))).

Urusan penerbangan di Singapura sebenarnya bikin was-was. Soalnya, imigrasi negara singa ini sering banget random check wisatawa…

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

Peta Pulau Bali
Sebagai backpacker amatir dan nggak kece-kece banget, saya mulai jarang menyusun itinerary dengan detail dan terperinci. Karena saya pikir, merasakan kejutan di perjalanan sudah termasuk dalam inti traveling yang saya cari. Seru!

Beberapa waktu lalu, saat pergi ke Bali seorang diri, saya tidak merencanakan banyak hal. Karena saya tahu, sehari di Bali itu kurang. Apalagi saya menempuh perjalanan dengan kereta Surabaya-Denpasar. Otomatis, waktu saya banyak terbuang di jalan. Masih untung kalau saya sempat mendapatkan sunset ciamik di sepanjang pantai selatan daerah Kuta. Nothing to lose-lah, karena ke Bali niatnya hanya transit.

Kereta Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 22.00 tepat. Karena saya tak ada rencana apapun di Bali selama sehari, otomatis saya juga nggak banyak pikiran soal tempat menginap. Pikiran saya kala itu, semakin mepet waktu menginap, semakin murah harga hostel yang dipilih. Paling sial, nginep di bandara ajalah. Namanya juga gembel:)).


CX Hostel Ground…