MPASI Sudah Benar, Kok Elif Tetap Terapi Okupasi?

Cintaku :*

Cerita sebelumnya di sini...

Jauh sebelum Elif MPASI, saya sudah memutuskan akan menggunakan MPASI fortifikasi. Selain praktis, higienis, ekonomis, dan tentu kaya gizi. Tapi bukan berarti saya menafikan MPASI buatan sendiri. Karena saya tahu, tekstur MPASI fortifikasi terlalu lembut bahkan ketika anak sudah berusia 12 bulan.

Saya tetap memasak untuk Elif ketika saya sempat memasak. Saya berikan menu sesuai anjuran dokter. Karbohidrat, protein hewani, nabati, vitamin, lengkap. Teksturnya saya sesuaikan menggunakan chopper. Kadang saya blender lalu disaring.

Tapi, ketika saya tak sempat, saya hanya mampu membelikan Elif bubur tepi jalan seharga tiga ribu rupiah. Ini yang kemudian saya sesali karena kasus diare terbanyak pada bayi disebabkan oleh bubur tepi jalan. Pemiliknya kaya raya, sementara konsumennya sakit.

Kok bisa? Bubur tepi jalan tidak diketahui cara memasaknya, apa saja bahan-bahannya. Higienis-kah? Karena setiap saat mereka membuka tutup panci, memungkinkan debu jalanan mengkontaminasi makanan. Belum kalau ada lalat yang hinggap di makanan. Mereka mengklaim menjadi bubur organik yang sehat dan kaya gizi. Tapi di belakang layar, siapa yang tahu? Imunitas bayi sangat rentan makanya untuk proses penyediaan MPASI/ sufor harus bersih.

Ndrenges

Saat awal MPASI prosentase saya menyiapkan menu MPASI, 65% fortifikasi, 30% buatan, 5% beli di tepi jalan.

Menetapkan prosentase ini ternyata membuat saya dibully netizen, wkwk. Katanya, saya wartawan sok sibuk nggak sayang anak sampai-sampai anak saya diberi MPASI fortifikasi yang instan banget. Yaelah, beda cara pengasuhan diolok-olok, kayak yang paling bener aja. Kayak yang bakal jadi penghuni surga satu-satunya aja :p.

Btw, dengan komposisi tersebut, in my logic opinion, seharusnya Elif baik-baik saja. Enggak pakai acara kena ADB atau ISK ya. Karena kandungan gizinya sudah banyak tercukupi dari komposisi MPASI. Tapi toh, Wallahu 'alam. Elif kena ADB dan ISK.

Dua hal itu sebenarnya bikin saya berpikir dan mencurigai saya sendiri kena anemia sejak masa kehamilan dan menyusui.

Memang saat hamil saya rutin mengkonsumsi suplemen zat besi. Tapi, tidak saat menyusui. Masih ingat, kan, kalau kandungan zat besi (Fe) ASI akan semakin menipis pada usia di atas enam bulan?

Nyemil tahu saat tumbuh gigi

Apakah ASI tak lagi berguna?

Bukan begitu. Fe pada ASI memang berkurang saat anak berusia di atas enam bulan. Sedangkan lemak atau sumber energi dan vitamin yang ada pada ASI masih tetap jauh lebih banyak komposisinya dibandingkan susu formula. Meskipun, pada prinsipnya, mengkonsumsi ASI saja tidak cukup jika anak sudah memasuki masa MPASI.

ASI pada bayi usia 6-8 bulan 70% masih menunjang pertumbuhannya. Lalu turun menjadi 50% pada 9-12 bulan. Di atas setahun, ASI hanya mampu mencukupi kebutuhan harian bayi sebesar 30%. Sisanya harus dicukupi dari MPASI.

Makanya, MPASI yang sehat sangat diperlukan oleh bayi. Kebayang nggak kalau anak nggak mau makan di seribu hari pertama kelahirannya (sampai usia 2 tahun) lalu diabaikan oleh orang tuanya?

Pingin cokelat tapi gak boleh :))


Biasanya, orang tua berdalih, anaknya susah makan. Maunya makan kerupuk, chiki, buah, sayur, atau hanya mau minum susu formula aja.

Coba, deh, kalau yang dikonsumsi terus-terusan hanya satu dari yang saya sebut di atas, apa yang terjadi pada pertumbuhan anak tersebut? Anak tidak akan bisa menggunakan fungsi rahang dengan baik. Kandungan gizi yang dikonsumsi juga minim. Yang seharusnya belajar mengunyah, malah dikasih minum susu terus. Yang seharusnya makan nasi, dikasih kerupuk terus. Kapan sehatnya?

Ngemil es grem

Sejujurnya, status gizi Elif baik. Elif tidak stunted atau kerdil. Berat badan dan tinggi badannya proporsional sesuai dengan usianya. Pertumbuhan kognitif dan motorik juga sesuai. Kok bisa kena ADB dan ISK? Kok bisa harus pakai acara terapi okupasi padahal makannya lahap? Hehe, lagi-lagi, Wallahu'alam.

Setelah cek lab dan dinyatakan positif ADB dan ISK, serta fungsi rahang kurang kuat menyebabkan Elif sulit mengunyah dan menelan. Bahkan, hasilnya -2. Butuh terapi okupasi agar Elif bisa mengunyah dan menelan. Dengan begitu, menu makanan apa saja bisa masuk dan kecukupan gizinya bisa terpenuhi.


Lebih lanjut tentang terapi okupasi ada di sini... Silakan dishare jika perlu:))

Ngemil terus~


Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Menginap di Bandara Changi Singapura

Pengalaman Pesan Hotel One Night Stand di Bali

10 Makanan Khas Belitung yang Wajib Kamu Coba