Posts

Bermalam dengan Satwa di Baobab Safari Resort

Image
Safari view Wah, nggak nyangka akhirnya saya bisa jalan-jalan kembali. Bukan tanpa alasan, karena kepergian saya dan keluarga kali ini akibat terkena efek dari parental burnout. Edan kalau dipikir-pikir memang. Pandemic ini efeknya nggak cuma kesehatan fisik dan mental tapi juga psikis.   Selain dipicu alasan parental burnout, kami merasa butuh tempat menyepi supaya saling sinkron antarpasangan juga keluarga, dan tentu saja dipicu adanya harga promo :)). Duh, dari zaman bujang saya nggak pernah bisa nahan supaya nggak tergoda harga promo. Apalagi, Baobab Safari Resort ini adalah salah satu wishlist yang masyaallah alhamdulillah akhirnya kesampaian juga! Deluxe hill view (kamar paling murah, wkwk) Saya menyusun rencana dengan suami. Kira-kira paket mana yang akan kami pilih. Namun, dari sekian banyak paket yang tersedia, akhirnya kami memilih Happy Package. Paket menginap ini dibanderol seharga Rp 700.000 rupiah sudah include breakfast dan tiket masuk ke Interactive Living Museum,

Yang Perlu Dilakukan Saat Ada Gejala Covid-19

Image
  SC: ayosemarang.com Persebaran varian Delta makin masif. Seolah-olah kita dipaksa menunggu waktu untuk terpapar . Mau sekencang apapun, kalau Allah sudah berkehendak, mau apa? Menyangkal? Menolak? Atau menyepelekan? Sebagai makhluk berakal, saya memutuskan untuk tidak berpikir demikian. Saya lebih memilih menerima sambil tetap berdoa dan berusaha. Maka ketika suami menunjukkan gejala pada Minggu, 27 Juni dan bertahap makin banyak gejalanya, saya langsung minta dia untuk tes PCR. 1. Tes antigen dan PCR Selasa, 29 Juni suami tes antigen. Tes antigennya positif langsung lanjut tes PCR. Hasil PCR keluar Rabu, 30 Juni positif dengan CT 18. Saya dan Elif swab PCR pada Kamis, 30 Juni. Sengaja saya beri spare time untuk waktu inkubasi virus. Saya sengaja tidak ke puskesmas karena yakin kalau pelayanannya tidak secepat yang saya inginkan. Hasil keluar pada Jumat, 1 Juli, CT saya 15, CT Elif 23. Berapa biaya untuk tes secara mandiri di Maspion Square? Tes antigen 110.000 dan tes

Alhamdulillah, Kena Covid-19 Sekeluarga

Image
Berjemur Pernah nggak, sih, kalian sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang baik, tapi pada akhirnya takdir Allah justru memberikan hasil yang menurut kalian itu buruk, padahal amat baik bagi-Nya? Ya. Itulah kondisi saya saat ini. Saya yakin betul, sejak pandemi datang, Maret 2020 lalu, sudah sangat taat pada protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan sesering mungkin (sampai jari-jari tangan berkali-kali luka🙃), sangat jarang jalan-jalan apalagi nongkrong bareng teman. Tapi toh, setelah ibu saya kena Covid-19 Agustus lalu, kini gantian saya dan keluarga yang kena. Lengkap suami dan Elif. Betapa sehebat apapun upaya saya dalam mencegah agar tidak terpapar Covid-19, tidak sebanding dengan kehebatan Yang Maha Besar. Suami saya menunjukkan gejala lebih dulu pada Minggu 27 Juni lalu. Diawali dengan badan pegal-pegal. Kemudian secara berkala kondisinya semakin drop. Mulai badan linu, anosmia, flu berat, pusing, demam, lengkap semuanya. Saya langsung