Posts

Berkah Pandemi: Berhasil Menyapih dengan Cinta dan Toilet Training

Image
My baby grow up fast
Sudah dua bulan lebih pandemi tak kunjung reda. Tapi saya yakin, every single thing has a reason.

Pandemi tak melulu soal aktivitas kita yang menjadi terbatas. Tapi bagaimana kita mensyukuri apa yang ada di tengah pandemi.

Dua hal yang sangat saya syukuri selama pandemi adalah: Elif berhasil toilet training dan menyapih. Alhamdulillaah, tanpa kesulitan sama sekali, dua hal yang sebelumnya saya kira sangat sulit dilakukan, malah menjadi sangat mudah dikerjakan.

Main terussama ibu
Memang, selama pandemi saya lebih banyak di rumah. Otomatis perhatian saya jadi lebih banyak ke Elif. Saya pun bertekad untuk mencoba mengajak Elif agar siap tanpa popok.

Sebenarnya, afirmasi terkait lepas popok sudah saya lakukan sejak Elif belum genap umur dua tahun. Saya sampaikan, kalau dia sudah besar, mandiri, dan bukan bayi lagi. Tapi kala itu saya belum serius niat lepas popoknya Elif. Baru benar-benar niat saat pandemi.

Hanya butuh waktu tiga hari bagi Elif untuk belajar tanpa…

Cerita Menjadi Orang Dalam Pemantauan Covid-19

Image
Penang
Hari ini adalah hari terakhir saya menjalani masa inkubasi. Sebagai informasi, masa inkubasi saya lakukan karena dalam kurun waktu 14 hari ke belakang, saya baru datang dari Penang, Malaysia, bersama anak dan suami. Tepatnya 7 Maret lalu.

Seharusnya, pada masa inkubasi saya menginkubasi diri sendiri dan keluarga di rumah. Karantina mandiri istilahnya. Tetapi, karena saya harus tetap bekerja, maka solusinya adalah bagaimana caranya saya harus tetap sehat dan tidak menunjukkan gejala demam, batuk, pilek, panas, dan sesak.

Selama satu bulan penuh, tercatat mulai 14 hari sebelum keberangkatan, saya dan keluarga mengkonsumi vitamin C serta sangat menghindari makan makanan dan minuman yang berpotensi membuat peradangan. Simpel, jika radang terjadi, bakteri dan virus akan sangat mudah menginfeksi. Imunitas tubuh menjadi lemah, rentan terkena penyakit.

Saya pun sangat menjaga bagaimana caranya supaya saat traveling ke Penang di tengah corona outbreak tetap aman. Saya tidak pergi semba…

Ye Tian Gu Zhai: Desa Suku Minoritas Li dan Miao di Hainan

Image
Ye Tian Gu Zhai
Berkunjung ke Hainan nggak melulu semua tempat wisata saya suka. Nggak melulu sebel juga gegara random check🤪. Tapi ada yang paling saya suka. Yaitu di Ye Tian Gu Zhai atau Ye Tian Minority Village. Sebuah tempat wisata yang menghadirkan eksotisme suku minoritas yang ada di Hainan.

The mooost I loved selama di China ya di sini. Suka, deh, ketemu sama Suku Li dan Miao buat tahu keseharian mereka.

Suku Li
Jadi, Suku Li dan Miao adalah dua dari lima puluh enam suku yang ada di Hainan. Suku Li dan Miao ini suku minoritas. Nggak banyak turunan dari kedua suku tersebut. Lupa, deh, suku terbanyak apa namanya. Suku Han? Entahlah.

Foto keluarga 🤪
Masuk ke Desa Minoritas Suku Li dan Miao ini seru sekali. Pengunjung diharuskan untuk bernyanyi terlebih dahulu sebagai salam pembuka. Jika pemilik rumah berkenan, mereka akan ikut bertepuk tangan dan berdendang.

Nyanyi bareng
Nggak cuma itu, pengunjung juga akan dijewer telinganya sebagai bentuk penyambutan dari pemilik rumah.

Dijewer