Posts

Piknik Hemat dengan Staycation di Santika Premier Surabaya

Image
  Piknik endek-endekan;)) Selamat malam semuanyaaa... Wah, beneran lama banget ya saya nggak ngeblog. Selain karena enggak ngerti mau nulis apa, saya juga bingung, mau mulai nulis dari mana 🤪 Ya, tau, kan, basenya blog ini tentang catatan perjalanan. Tapi setahun lebih pandemi bikin saya dan keluarga parno mau kemana-mana. Jadinya blog makin melompong, deh, nggak ada yang ditulis 😝 Well, setelah setahun lebih mangkrak di rumah kayak cucian, akhirnya saya memberanikan diri mengajak suami dan Elif untuk piknik di dalam kota. Alias staycation. Selain superjenuh di rumah aja, alasan saya mengajak mereka adalah karena saya lagi dalam masa-ngomel-teruuus-tiap-hari. Mungkin ya karena jenuh butuh refreshing jadi ngomel-ngomel terus 🥺 Kasihan Elif juga mesti diiming-iming Ilma kalau lagi nginep di hotel/ berenang. Padahal itu, kan, kesukaan Elif 😪 Happy ! Selain itu, saya memutuskan untuk flashpack juga karena bingung gimana caranya ngabisin uang THR!! Ya Allah sumpah caranya gi

Belajar Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19

Image
Gedung RSKI khusus pasien Covid-19 Sembilan bulan berlalu. Pandemi bak sembilu. Ditunggu segera berlalu. Namun justru mirip benalu. Pilu.  Jujur, pandemi membuat saya banyak belajar hal baru. Entah tentang keikhlasan, kesabaran, atau mencoba sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.  Teringat di awal tahun menyambut hari dengan penuh optimisme. Merancang banyak momen kebersamaan. Perlahan surut menjadi sebuah ketakutan, keputusasaan. Namun belajar untuk bertahan menjadi keniscayaan.  Awal Maret Covid 19 kali pertama diumumkan pemerintah. Pengumuman yang terlambat karena sebuah kecerobohan. Penanganan pandemi yang tak logis membuat seluruhnya tampak main-main. Namun gelombang pemutusan hubungan kerja terus menghantam.  Ingat sekali mimpi buruk itu menerjang di malam-malam panjang. Ketika kali pertama diumumkan gaji bulanan akan dipangkas. Menyusul sejumlah rekan yang dirumahkan. Gemetar. Khawatir. Terseret hingga alam bawah sadar. Makan tak selera. Emosi menjadi labil.  Saya tak s

Mancal Kulineran: Nasi Cumi Pasar Atum Ibu Atun

Image
Mancal amatiran Delapan bulan pandemi dan saya masih di Surabaya. Luar biasa. Jarang-jarang saya bisa betah goleran di rumah aja dalam kurun waktu selama itu. Kalau nggak karena pandemi, yaa nggak bakalan betah di rumah aja, wkwk. Karena saya sudah mulai sangat bosan di rumah aja, maka saya berinisiatif untuk melakukan hal berbeda. Ya kali delapan bulan pandemi hidup saya nggak ada manfaatnya sama sekali selain goleran dan males-malesan. Maka, ketika suami membelikan sepeda bekas dan smartband, saya pun mengajak untuk mancal bareng-bareng. Sementara Elif dititipin Ummah bentar. Kami pacaran dulu 😚. Pacaran tipis-tipis Rute mancal yang saya rencanakan adalah Jalan Gula, kawasan kota lama Surabaya gitulah. Niatnya memang cuma mau mejeng sepeda lalu jepret di tembok legendarisnya Jalan Gula. Habis itu bablas. Tapi, karena jam sudah menunjukkan waktunya saya makan, akhirnya kami melipir. Melipirnya sebenernya mau ke Nasi Cumi kaki lima yang buanyak ditemukan di sekitar Pasar Atum