Skip to main content

Posts

Jangan Cari Penyu di Pantai Teluk Penyu Cilacap

Teluk Penyu
Tersebutlah Pantai Teluk Penyu, salah satu pantai jujukan wisatawan tiap berkunjung ke Cilacap. Tidak terkecuali saya. Walaupun niat maju mundur, toh, saya ke sana juga. Untuk kali kedua pula. Maruk? Suka? Ngefans?

Ya tentu tidak.

Gara-garanya cuma satu; enggak ada wisata lain di Cilacap. Hvft banget, kan? Makanya biar kesannya kayak liburan, ke pantai juga lah pada akhirnya. Yaa, maksud hati mau ngenalin pantai ke Elif, apa daya yang digendong nemplok tidur lelap sekali.

Mercusuar di Teluk Penyu
Masuk ke kawasan Teluk Penyu pengunjung dikenai biaya 7,500 rupiah perorang. Saran saya, datanglah sebelum jam 10 pagi saat weekdays. Niscaya kalian bebas dari biaya masuk. Caya, deh.

Sebagai arek Suroboyo yang juga punya pantai *standing applause* Teluk Penyu nggak jauh beda sama Kenjeran, wkwkwk. Sumpah, mirip. Cuma arusnya lebih kencang sikiklah. Untuk gradasi warnanya mirip-mirip gitu. Antara coklat, butek, dan nggak ada manis-manisnya. Hanya saja, di Teluk Penyu pengunjung bis…
Recent posts

Benteng Pendem, Saksi Sejarah yang Miskin Informasi

Benteng pendem dari Teluk Penyu
Akhir pekan kemarin, saya dan keluarga iseng jalan-jalan ke Benteng Pendem. Mumpung lagi nganterin suami pulang, sekali dayunglah ya.

Sebenarnya, saya enggak niat-niat banget buat masuk ke sini. Tapi, karena sekali jalan dari Teluk Penyu (yang juga enggak niat-niat banget didatengin) yawislah sekalian aja.

Anaknya pulang kampung...
Benteng Pendem sesuai namanya adalah benteng yang dulunya terpendam. Namun, Pemkab Cilacap menemukan keberadaannya tahun 1986 dan memutuskan untuk membuat lokasi tersebut sebagai wisata sejarah.

Benteng dikelilingi parit
Berdasarkan hasil skimming, saya menemukan fakta bahwa benteng ini dulunya adalah peninggalan Belanda. Dibangun pada tahun 1861 hingga 1879 dan difungsikan sebagai benteng pertahanan tentara Hindia Belanda. Namun, ketika perang melawan Jepang pada 1942 benteng tersebut jatuh ke tangan Jepang dan ditinggalkan tiga tahun setelahnya. Lantaran kala itu Nagasaki dan Hiroshima dibom oleh sekutu membuat Jepang menarik…

Hotel Freas: Penginapan Murah, Nyaman, dan Bersih di Pulau Rote

Ini lo hotel di Rote
Jangan pernah berpikiran bahwa yang namanya hotel harus berbintang. Harus memiliki beberapa tingkat. Harus ini dan haru begitu. Jangan.

Soalnya, yang namanya hotel di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, sama sekali tidak mencerminkan kalau itu hotel. Nggak percaya?

Mirip kos-kosan ya?
Buktinya, ada tiga hotel yang kami sambangi dan semuanya nggak lebih dari serupa dengan kamar kos. Hanya kamar-kamar yang langsung menghadap ke jalan.

Begitulah. Penginapan di Rote memang sangat sederhana sekali. Makanya, ketika saya bertanya pada penduduk lokal letak hotel, seketika tercekat. Serius, hotelnya begitu doang?

Begini doang?
Ya namanya juga maunya murah dan dekat dengan pelabuhan serta pusat kota, harus terima konsekuensinya dong. Toh, meskipun terkesan remeh dan mirip kamar kos, yang punya amat sangat ramah.

Kamarnya sederhana. Kipas angin pake macet segala :))
Kamar mandinya bersih meski kecil
Kalau kalian nggak pengen tidur di tempat yang murah meriah, bisa banget loh mengin…

Wisata Kuliner di Kampung Solor Kupang

Sea food di Kampung Solor

Every place has a good food. Wisata kuliner pantas jadi pilihan bagi kalian yang bertandang ke Kota Kupang. Memang, ada beberapa makanan yang terlarang bagi umat Muslim. Salah satunya adalah Se'i yang kebanyakan terbuat dari daging babi. Tak sedikit juga warung yang menjual Se'i sapi. Tapi, bagi kalian yang malas bonda-bandi dengan Se'i, bisa banget buat nyicipin wisata kuliner di Kampung Solor.
Letaknya ada di pusat kota Kupang. Cukup dekat dengan terminal angkutan kota. Dan, tak begitu jauh dengan tepian pantai.
Fresh fish
Kampung Solor menjual beragam menu makanan yang pasti halal. Mulai sea food, nasi goreng dan kawannya, sampai bakso dan mie ayam. Kenapa pasti halal?
Karena letak Kampung Solor memang berada di perkampungan muslim Kota Kupang. Kebanyakan adalah pendatang yang sudah puluhan tahun mengadu nasib di sana. Salah satunya adalah pedagang asal Lamongan yang tentu saja berjualan nggak jauh-jauh dari penyetan khas Lamongan.

Kampung Solor hany…

Jalan-jalan ke Bali, Cari Hotelnya di Traveloka

Kuta kala siang
Merencanakan liburan ke Bali sudah jauh-jauh hari saya dan suami pikirkan. Alasannya mudah saja, mengajari Elif belajar naik pesawat. Jarak pendek dululah, baru nanti bisa diajak agak jauhan. Memang, niat saya adalah mengenalkan Elif buat jalan-jalan sedini mungkin. Yaaa, maksudnya biar emaknya ini nggak jenuh jaga kandang melulu :)).
Seperti yang sudah-sudah, saya kerap merencanakan liburan cukup tight sesuai budget yang ada. Mulai dari tiket pesawat, hotel, akomodasi selama di sana, dan tetek bengek lainnnya. Nah, untuk urusan penginapan atau hotel biasanya saya aktif ngecek harga di Traveloka hampir setiap hari. Kenapa?
Gampang, sih. So far so good. Harga hotel di Traveloka sama sekali nggak pernah tipu-tipu. Segitu ya segitu. Nggak ada biaya tambahan ini atau itu. Flat. Ini yang paling bikin saya senang, riang, gembira setiap booking hotel saat liburan.
Persis seperti saat saya ke Bali beberapa tahun yang lalu, saya memesan hotel via Traveloka. Harganya? Nggak us…

Mengajak Bayi Naik Bianglala Alun-alun Kota Batu

Alun-alun Kota Batu
Belum ke Batu kalau nggak mampir ke alun-alunnya. Kira-kira begitulah yang dirasakan oleh bayi piyik Elif saat berkunjung ke Batu kemarin #yakali :)). Ini adalah perjalanan kedua Elif ke luar kota. Perjalanan pertama saat umur 36 hari, dia belajar "ngetrip" ke kota Malang.

Bianglala separuh
Perjalanan kedua adalah ke Batu. Tepatnya di alun-alun Batu. Terakhir kali saya ke alun-alun kota Batu saat natal lalu atau sebulan sebelum Elif lahir. Dalam kurun waktu empat bulan ternyata ada perubahan pada wajah alun-alun. Yang paling mencolok adanya penanda tempat yang super besar di depan alun-alun. Makanya saya niat banget foto di sini meskipun hari tengah terik-teriknya. Padahal asline yo nggak penting #duh

Blue sky
Panasnya matahari memang seketika menyurutkan niat saya untuk naik bianglala yang kini dihargai 5 ribu rupiah perorang. Apalagi saat saya ke sana sedang istirahat. Tapi, begitu melihat petugasnya datang, saya dan suami langsung membeli tiket. Elif yan…

Wisata Bareng Bayi ke Kebun Binatang Surabaya

Akhirnya foto di depan patung juga:))
Kurang beberapa hari lagi waktu cuti melahirkan saya habis. Saking bosannya libur segitu panjangnya nggak kemana-mana, maka saya ajak suami dan baby boss Elif ke Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Membawa bayi 2,5 bulan yang masih banyak tidur ke KBS memang tampaknya dirasa sia-sia. Plus stroller yang kurang praktis dilipat. Pasti akan lebih banyak waktu kurang berfaedah hanya untuk mengurusi stroller dan bayi digendong atau diletakkan di stroller. Padahal sebelumnya, saya dan suami sering menganggap membawa stroller untuk jalan-jalan itu sebuah kesia-siaan belaka. Bukannya kepake buat bayi, tapi bakalan kepake buat printilan emak-bapaknya.

Baby boss
Ternyata benar adanya.

Elif benar-benar lebih banyak digendong emaknya daripada tiduran di keretanya. Yawislah. Toh, bawa stroller ada manfaatnya juga buat ganti popok *bukan clodi hardcore :))*

KBS menjadi tujuan pertama buat kami untuk jalan-jalan. Terlalu dini memang mengenalkan Elif pada binatang, terl…