Posts

Ketika Ibuku Positif Covid-19

Image
Perawat juga berjemur Sudah lebih dari enam bulan pandemi berlangsung. Tidak ada tanda-tanda kasus menuju puncak klasemen. Apalagi kurva berbelok. Semuanya masih semu. Ditambah kebijakan pemerintah yang tewur membuat masyarakat menganggap Covid-19 telah lenyap. Kehidupan berangsur-angsur kembali seperti sedia kala. Meski tak sepenuhnya normal.  Namun, percayalah, sesungguhnya petaka itu justru kian dekat. Melekat pada denyut nadi kehidupan sehari-hari.

Covid-19 itu nyata.

Berhenti menganggap Covid-19 adalah konspirasi. Sampai kalian, teman, atau keluarga kalian yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kalau kalian saat ini merasa sehat tanpa masker, tanpa menjaga jarak, tanpa peduli mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin, itu bukanlah karena beruntung. Tapi justru karena belum. Tunggu waktunya saja.

Sudah sejak awal pandemi saya mengantisipasi keluarga untuk mentaati protokol kesehatan. Saya membelikan masker kain dan masker medis untuk kedua orang tua yang sama-sama rentan. Serta …

Berkah Pandemi: Berhasil Menyapih dengan Cinta dan Toilet Training

Image
My baby grow up fast
Sudah dua bulan lebih pandemi tak kunjung reda. Tapi saya yakin, every single thing has a reason.

Pandemi tak melulu soal aktivitas kita yang menjadi terbatas. Tapi bagaimana kita mensyukuri apa yang ada di tengah pandemi.

Dua hal yang sangat saya syukuri selama pandemi adalah: Elif berhasil toilet training dan menyapih. Alhamdulillaah, tanpa kesulitan sama sekali, dua hal yang sebelumnya saya kira sangat sulit dilakukan, malah menjadi sangat mudah dikerjakan.

Main terussama ibu
Memang, selama pandemi saya lebih banyak di rumah. Otomatis perhatian saya jadi lebih banyak ke Elif. Saya pun bertekad untuk mencoba mengajak Elif agar siap tanpa popok.

Sebenarnya, afirmasi terkait lepas popok sudah saya lakukan sejak Elif belum genap umur dua tahun. Saya sampaikan, kalau dia sudah besar, mandiri, dan bukan bayi lagi. Tapi kala itu saya belum serius niat lepas popoknya Elif. Baru benar-benar niat saat pandemi.

Hanya butuh waktu tiga hari bagi Elif untuk belajar tanpa…

Cerita Menjadi Orang Dalam Pemantauan Covid-19

Image
Penang
Hari ini adalah hari terakhir saya menjalani masa inkubasi. Sebagai informasi, masa inkubasi saya lakukan karena dalam kurun waktu 14 hari ke belakang, saya baru datang dari Penang, Malaysia, bersama anak dan suami. Tepatnya 7 Maret lalu.

Seharusnya, pada masa inkubasi saya menginkubasi diri sendiri dan keluarga di rumah. Karantina mandiri istilahnya. Tetapi, karena saya harus tetap bekerja, maka solusinya adalah bagaimana caranya saya harus tetap sehat dan tidak menunjukkan gejala demam, batuk, pilek, panas, dan sesak.

Selama satu bulan penuh, tercatat mulai 14 hari sebelum keberangkatan, saya dan keluarga mengkonsumi vitamin C serta sangat menghindari makan makanan dan minuman yang berpotensi membuat peradangan. Simpel, jika radang terjadi, bakteri dan virus akan sangat mudah menginfeksi. Imunitas tubuh menjadi lemah, rentan terkena penyakit.

Saya pun sangat menjaga bagaimana caranya supaya saat traveling ke Penang di tengah corona outbreak tetap aman. Saya tidak pergi semba…